Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Seismik dan Tinjauan Kuantitatif Sebaran Episenter Kegempaan di Wilayah Jawa Tahun 2024 Marthin Abednego Gultom; Rafael Buwana
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Jawa memiliki kerentanan seismik yang tinggi akibat dinamika subduksi ortogonal Megathrust Sunda dan aktivitas sesar darat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara kuantitatif parameter magnitudo dan kedalaman, serta memetakan persebaran spasial gempa bumi (M ≥ 4.5) di wilayah Jawa selama tahun 2024. Metode deskriptif eksploratif diaplikasikan dengan mengekstraksi 69 data sekunder dari katalog United States Geological Survey (USGS). Pemrosesan statistik dieksekusi menggunakan perangkat lunak jamovi, sedangkan visualisasi spasial dipetakan melalui QGIS. Hasil analisis menunjukkan aktivitas seismik didominasi oleh gempa dangkal (< 60 km) dengan frekuensi puncak pada magnitudo 4.5. Secara spasial, episenter terkonsentrasi membentuk klaster memanjang di perairan selatan Jawa yang memperlihatkan gradasi kedalaman penunjaman ke arah utara, serta sebaran sekunder di daratan. Temuan dominasi gempa dangkal ini mengonfirmasi ancaman bahaya ganda, sehingga menegaskan urgensi penguatan sistem peringatan dini tsunami pesisir dan penerapan ketat standar bangunan tahan gempa di kawasan urban.
Characteristics of Rainfall Deficit Anomalies During the Main Rice Planting Season in Indramayu Regency Based on the Standardized Precipitation Index (SPI) 2014–2024 Marthin Abednego Gultom; Rafael Buwana; Chrisostommi Wirayudha Tuhumena
Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics Vol. 5 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijaea.v5i2.16780

Abstract

This study evaluates rainfall deficit anomalies during the main rice planting season to detect hidden meteorological droughts. It analyzes satellite-derived precipitation variables using the 1-month Standardized Precipitation Index (SPI-1). The observation timeline spans 2014 to 2024 across Indramayu Regency, utilizing CHIRPS spatial data. The results revealed that extreme drought anomalies surprisingly occurred during the peak wet seasons, specifically in December 2023 (SPI -2.48) and February 2024 (SPI -1.81). These anomalous wet-season precipitation failures severely disrupted the critical early vegetative phases of rice. The findings imply an urgent need for agricultural stakeholders to transition from static to dynamic planting calendars integrated with probability-based climate prediction models to mitigate mass crop failures.