Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai kepemimpinan spiritual dipraktikkan oleh para pemimpin di lingkungan Kantor Kementerian Agama Bondowoso dan bagaimana praktik-praktik tersebut memengaruhi perkembangan budaya organisasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk merumuskan model awal kepemimpinan spiritual yang kontekstual dan relevan dengan karakteristik lembaga publik berbasis nilai-nilai keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola nilai, perilaku kepemimpinan, dan dinamika budaya organisasi yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan: Bagi Kementerian Agama, kepemimpinan spiritual berarti memimpin dengan hati, membawa nilai-nilai agama dalam setiap langkah, pemimpin tidak hanya memberi perintah tetapi juga menjadi teladan. Dalam praktik sehari-hari, mereka berupaya mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam pengambilan keputusan dan kebijakan. Evaluasi kinerja rutin dilakukan setiap Senin setelah apel pagi, dengan setiap kepala bagian mempresentasikan kegiatan mereka selama seminggu. Evaluasi dan rencana ke depan dilakukan. Terdapat ruang diskusi. Konsistensi menjadi tantangan, hal ini dapat dipengaruhi oleh kesibukan atau tugas masing-masing.
Copyrights © 2026