Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Vol 5 No 2 (2026): Juni

Optimalisasi Media Sosial Sebagai Strategi Penguatan Branding Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini: Sosialisasi di KB-RA Baitul Karim Surabaya

Cynthia Eka Violita (Program Studi Manajemen, Universitas NU Sidoarjo)
Edita Rachma Kamila (Program Studi Manajemen, Universitas NU Sidoarjo)
Devika Cherly Putrihadiningrum (Program Studi Manajemen, Universitas NU Sidoarjo)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Pemanfaatan media sosial menjadi salah satu strategi penting bagi lembaga pendidikan dalam membangun citra, memperluas jangkauan informasi, dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap layanan pendidikan. KB-RA Baitul Karim Surabaya menghadapi permasalahan berupa menurunnya jumlah pendaftar siswa baru, sementara media sosial yang telah dimiliki, seperti Instagram dan Facebook, belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada yayasan, guru, dan tenaga kependidikan mengenai pentingnya media sosial sebagai sarana branding lembaga pendidikan serta meningkatkan awareness masyarakat terhadap KB-RA Baitul Karim Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi luring pada 22 Mei 2026 dengan peserta sebanyak tujuh orang, terdiri atas enam guru/tenaga kependidikan dan satu perwakilan yayasan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah mitra, penyusunan materi, pelaksanaan sosialisasi, diskusi, evaluasi, dan perencanaan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi mampu memberikan pemahaman awal kepada peserta mengenai fungsi media sosial sebagai media komunikasi, branding, dan promosi lembaga pendidikan. Peserta juga diarahkan untuk memilih platform media sosial yang sesuai dengan target audiens, menjaga konsistensi identitas visual, dan menyiapkan tindak lanjut berupa pelatihan pembuatan konten. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa optimalisasi media sosial dapat menjadi strategi awal yang relevan untuk memperkuat branding lembaga pendidikan anak usia dini, meskipun diperlukan pendampingan lanjutan dan evaluasi berbasis indikator digital agar dampaknya terhadap peningkatan awareness dan pendaftaran siswa baru dapat diukur secara lebih objektif.

Copyrights © 2026