Upacara Ngeraja Swala dan Ngeraja Singa merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa terima kasih orang tua kepada Sang Hyang Semara Ratih yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Hindu di Dusun Bajrasari, meskipun berada di tengah arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan upacara tersebut masih dilaksanakan dan mendeskripsikan proses pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Teori yang digunakan sebagai landasan adalah teori nilai dan teori fungsional struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan upacara tersebut didorong oleh nilai-nilai keagamaan, budaya, dan pendidikan yang terkandung di dalamnya. Upacara ini dipandang sebagai kewajiban spiritual dan sosial yang berperan dalam membentuk karakter generasi muda dan melestarikan jati diri budaya Hindu. Proses pelaksanaannya terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan inti, dan penutupan yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi tertentu. Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat mampu menjaga tradisi sakral sambil beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai fundamentalnya.
Copyrights © 2026