Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prosesor laptop yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan pengembangan perangkat lunak menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Pemilihan prosesor sering dilakukan hanya berdasarkan merek atau seri, padahal proses kompilasi, pengoperasian integrated development environment, virtualisasi, container, dan multitasking membutuhkan pertimbangan teknis yang terukur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dalam Sistem Pendukung Keputusan dengan empat alternatif, yaitu Intel Core i5-13420H, AMD Ryzen 5 7535HS, Intel Core i7-13620H, dan Intel Core Ultra 5 125H. Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria, yaitu jumlah inti, jumlah thread, frekuensi turbo/boost maksimum, kapasitas cache, dan daya dasar prosesor. Data spesifikasi diperoleh dari dokumentasi resmi produsen. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Intel Core Ultra 5 125H memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,950, diikuti Intel Core i7-13620H sebesar 0,830, AMD Ryzen 5 7535HS sebesar 0,673, dan Intel Core i5-13420H sebesar 0,647. Dengan demikian, Intel Core Ultra 5 125H menjadi alternatif terbaik berdasarkan bobot dan kriteria yang digunakan. Metode SAW mampu menghasilkan rekomendasi yang sistematis, transparan, dan mudah ditelusuri dalam pemilihan prosesor laptop untuk pengembangan perangkat lunak.
Copyrights © 2026