Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji revitalisasi fungsi masjid dalam konteks dakwah kontemporer melalui penguatan ekonomi umat berbasis koperasi, dengan studi kasus pada Koperasi al-Muhsinin Mart di Pekayon Jaya, Kota Bekasi. Masjid sebagai institusi keagamaan memiliki potensi strategis tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, dalam praktiknya, fungsi masjid sering kali mengalami penyempitan pada aspek ritual semata. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi yang mampu mengintegrasikan fungsi dakwah dengan pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola masjid dan koperasi, serta dokumentasi terkait aktivitas Koperasi al-Muhsinin Mart. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola pengelolaan, peran masjid dalam penguatan ekonomi jamaah, serta dampak yang dihasilkan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi al-Muhsinin Mart berperan sebagai instrumen efektif dalam mengintegrasikan fungsi dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat. Koperasi ini tidak hanya menyediakan kebutuhan konsumsi harian masyarakat secara terjangkau dan berbasis prinsip syariah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan ekonomi produktif. Revitalisasi fungsi masjid melalui koperasi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan jamaah, memperkuat solidaritas sosial, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Faktor pendukung utama meliputi manajemen yang profesional, dukungan jamaah, serta komitmen pengurus masjid, sementara kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan modal dan sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ekonomi umat berbasis koperasi masjid merupakan model dakwah kontemporer yang relevan dan aplikatif. Model ini dapat direplikasi di berbagai masjid dengan penyesuaian terhadap kondisi lokal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pengelola masjid, masyarakat, dan pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat secara holistik.
Copyrights © 2026