Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hukum Relokasi Bangunan Masjid ke Atas Tanah Kuburan: Analisis Fikih Islam, Fatwa Kontemporer dan Relevansinya dengan Hukum Positif Indonesia Febriyani Febriyani; Husna Karimah; Marhadi Muhayar
Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Al-Wasathiyah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/

Abstract

This study examines the legal status of mosque relocation onto former cemetery land through a comparative analysis of the views of the four Sunni schools of Islamic jurisprudence, contemporary religious fatwas, and Indonesian positive law. The study is motivated by the growing need to relocate or construct mosques on land previously used as burial grounds, which raises legal issues concerning respect for the deceased, the status of waqf property, and the prohibition of turning graves into places of worship. This research employs a normative legal method using comparative fiqh (muqāranah al-madhāhib), fatwa analysis, and a statutory approach. The findings indicate that the majority of scholars from the four madhhabs prohibit or regard as reprehensible the construction of mosques over graves due to the potential for grave veneration and the violation of the sanctity of places of worship. The Hanafi, Maliki, and Shafi‘i schools emphasize preventing excessive reverence toward graves, while the Hanbali school permits the use of former cemetery land after the remains have been relocated in accordance with Islamic law. The Indonesian Council of Ulama (MUI) allows relocation through the mechanism of waqf substitution (istibdal) for the sake of public benefit, whereas Dar al-Ifta’ of Egypt and the Saudi Permanent Committee (Lajnah Dā’imah) adopt different approaches regarding the presence of graves within mosque premises. This study concludes that mosque relocation to former cemetery land may be permissible provided that the graves are relocated according to Islamic legal requirements, the legal status of the land is properly resolved, and greater public benefit can be achieved.
DAKWAH KONTEMPORER DALAM PENGUATAN EKONOMI UMAT MELALUI KOPERASI MASJID AL-MUHSININ MART, PEKAYON JAYA, KOTA BEKASI Mohammad Rasyid Ridho; Mohammad Yasin; Husna Karimah; Siti Nuri Nurhaidah; Ahmad Irfan
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 4 No. 3 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v4i3.1483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji revitalisasi fungsi masjid dalam konteks dakwah kontemporer melalui penguatan ekonomi umat berbasis koperasi, dengan studi kasus pada Koperasi al-Muhsinin Mart di Pekayon Jaya, Kota Bekasi. Masjid sebagai institusi keagamaan memiliki potensi strategis tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, dalam praktiknya, fungsi masjid sering kali mengalami penyempitan pada aspek ritual semata. Oleh karena itu, diperlukan upaya revitalisasi yang mampu mengintegrasikan fungsi dakwah dengan pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola masjid dan koperasi, serta dokumentasi terkait aktivitas Koperasi al-Muhsinin Mart. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi pola pengelolaan, peran masjid dalam penguatan ekonomi jamaah, serta dampak yang dihasilkan terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi al-Muhsinin Mart berperan sebagai instrumen efektif dalam mengintegrasikan fungsi dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat. Koperasi ini tidak hanya menyediakan kebutuhan konsumsi harian masyarakat secara terjangkau dan berbasis prinsip syariah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif jamaah dalam kegiatan ekonomi produktif. Revitalisasi fungsi masjid melalui koperasi terbukti mampu meningkatkan keterlibatan jamaah, memperkuat solidaritas sosial, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. Faktor pendukung utama meliputi manajemen yang profesional, dukungan jamaah, serta komitmen pengurus masjid, sementara kendala yang dihadapi mencakup keterbatasan modal dan sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan ekonomi umat berbasis koperasi masjid merupakan model dakwah kontemporer yang relevan dan aplikatif. Model ini dapat direplikasi di berbagai masjid dengan penyesuaian terhadap kondisi lokal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pengelola masjid, masyarakat, dan pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat secara holistik.