Penelitian ini mengkaji potensi etika Sufi sebagai kerangka spiritual untuk mengatasi dehumanisasi dan krisis moral global di era digital modern. Kami berpendapat bahwa masyarakat kontemporer menderita ketidakseimbangan mendasar antara kemajuan materi dan kedalaman spiritual, yang termanifestasi dalam fenomena seperti dehumanisasi, individualisme, materialisme, dan erosi nilai-nilai etika. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain penelitian kepustakaan digunakan, dengan mengacu pada literatur akademis dan karya ilmiah terkini yang membahas Sufisme dalam konteks modern, globalisasi, dan krisis moral. Data dianalisis melalui analisis konten sistematis, yang melibatkan reduksi, klasifikasi, dan interpretasi induktif dari materi tekstual. Kontribusi utama kami terletak pada pengusulan etika Sufi bukan hanya sebagai praktik spiritual individu tetapi sebagai kerangka sistemik dan aplikatif untuk mengembangkan etika sosial dan digital yang lebih humanistik. Analisis mengungkapkan bahwa konsep inti tazkiyatun nafs (pemurnian jiwa) menawarkan metode komprehensif untuk transformasi batin, sementara internalisasi nilai-nilai seperti ketulusan (ikhlas), kesabaran (sabr), kerendahan hati (tawadhu), dan cinta memberikan landasan perilaku konkret untuk membangun kembali kesadaran moral. Lebih lanjut, kami mendemonstrasikan aktualisasi praktis etika Sufi melalui tiga aplikasi: dzikir (mengingat Tuhan) sebagai bentuk kesadaran spiritual dan detoksifikasi digital, pembentukan komunitas spiritual di dunia maya, dan perumusan etika media sosial berbasis Sufi yang berlandaskan kejujuran dan komunikasi yang bertanggung jawab. Studi ini membahas kesenjangan penelitian yang signifikan mengenai integrasi etika Sufi sebagai solusi sistemik terhadap degradasi moral kontemporer. Signifikansi penelitian ini terletak pada upayanya untuk menjembatani tradisi spiritual klasik dengan tuntutan etika yang mendesak dari masyarakat digital modern, sehingga menawarkan jalur transformatif menuju tatanan global yang lebih beradab dan manusiawi
Copyrights © 2026