Perilaku konsumsi jajanan sembarangan pada siswa sekolah dasar merupakan fenomena yang umum terjadi dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang, termasuk paparan zat karsinogenik. Rendahnya pemahaman anak mengenai kandungan berbahaya dalam jajanan serta minimnya literasi kesehatan menjadi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan persepsi siswa sekolah dasar terhadap risiko jajanan tidak sehat yang berpotensi menyebabkan kanker. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan adalah siswa sekolah dasar yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kebiasaan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah di Kota Padangsidempuan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan panduan semi terstruktur serta observasi sederhana terhadap perilaku jajan. Seluruh wawancara direkam, ditranskripsi, dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan Empat tema yaitu pemahaman Siswa tentang jajanan tidak sehat, Persepsi Siswa tentang jajanan, perilaku konsumsi jajanan, Dan Faktor Lingkungan yang mempengaruhi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa seluruh siswa memiliki pemahaman yang terbatas mengenai kandungan berbahaya dalam jajanan. Jajanan dipersepsikan sebagai sesuatu yang menarik dari segi rasa, warna, dan harga yang terjangkau. Risiko kesehatan jangka panjang, termasuk kanker, belum menjadi pertimbangan dalam memilih jajanan. Faktor lingkungan seperti pengaruh teman sebaya, ketersediaan jajanan di sekitar sekolah, serta kurangnya edukasi dari orang tua dan guru turut memengaruhi perilaku konsumsi tersebut. Diperlukan intervensi edukasi kesehatan yang kontekstual dan berkelanjutan melalui peran sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini terhadap bahaya zat karsinogenik dalam jajanan.
Copyrights © 2026