Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat krusial di Indonesia, terutama karena tingginya angka kejadian pada bayi dan balita. Berbagai faktor demografis (seperti usia), biologis (status gizi, imunisasi, pemberian ASI), serta lingkungan (paparan asap rokok, penggunaan bahan bakar padat, dan ventilasi rumah buruk) turut berkontribusi terhadap kejadian ISPA. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan strategi advokasi kesehatan untuk pencegahan ISPA, meliputi identifikasi determinan, pemetaan pemangku kepentingan, perumusan strategi, serta penyusunan sistem monitoring dan evaluasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi review literatur dengan pendekatan deskriptif-analitik. Hasil: Pencegahan ISPA memerlukan strategi komprehensif yang mencakup advokasi kebijakan, mobilisasi sosial, komunikasi perubahan perilaku, serta penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader. Keterlibatan pemangku kepentingan di tingkat makro, meso, dan mikro sangat vital. Sistem monitoring dan evaluasi berbasis input, proses, output, serta outcome diperlukan untuk mengukur efektivitas program advokasi. Kesimpulan: Strategi advokasi kesehatan yang terencana, terstruktur, dan berbasis bukti dapat menjadi upaya efektif dalam menurunkan kejadian ISPA di masyarakat. Saran: Penerapan strategi ini sebaiknya didukung dengan kolaborasi lintas sektor dan penelitian lanjutan untuk adaptasi lokal.
Copyrights © 2026