Penelitian ini berangkat dari fenomena bahwa akuntabilitas dalam organisasi mahasiswa sering kali direduksi menjadi sekadar prosedur administratif formal. Padahal secara substansial, akuntabilitas dibentuk melalui interaksi sosial yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana anggota Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaksi) Universitas Tadulako memaknai, mempraktikkan, dan memelihara akuntabilitas dalam proses penyusunan laporan keuangan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode etnometodologi, studi ini berfokus pada "keaslian" tindakan anggota dalam situasi sehari-hari. Data dihimpun melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam guna menangkap realitas percakapan, tindakan, dan rutinitas organisasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa akuntabilitas dalam organisasi tidak hanya bersumber dari aturan formal, melainkan terkonstruksi melalui rutinitas praktis (ordinary activities) seperti pembagian tugas secara kolektif, verifikasi silang antar anggota, serta dialog informal yang terjadi selama proses penyusunan laporan. Praktik-praktik keseharian ini berfungsi sebagai mekanisme pemeliharaan kepercayaan (trust) dan penegasan tanggung jawab individu di dalam kelompok. Studi ini menunjukkan bahwa norma sosial dan relasi interpersonal antar anggota secara signifikan memengaruhi derajat akuntabilitas dibandingkan dengan kepatuhan terhadap instruksi tertulis semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntabilitas merupakan produk dari konstruksi sosial yang dinamis dan terus diproduksi melalui interaksi berulang. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa penguatan tata kelola organisasi mahasiswa harus mempertimbangkan aspek budaya organisasi dan praktik sosial yang telah mengakar, bukan hanya berfokus pada penguatan aturan formal.
Copyrights © 2026