Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya inovasi produk berbasis sumber daya lokal di Desa Bunggalo, sehingga nilai ekonomi dan daya tarik wisatanya belum optimal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk garam infused yang kreatif, inovatif, dan bernilai tambah. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bunggalo dengan sasaran ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro setempat, menggunakan metode sosialisasi dan pelatihan melalui tiga tahapan: sosialisasi pengenalan produk, sosialisasi alat dan bahan, serta praktik langsung pembuatan garam infused secara partisipatif. Untuk mengukur tingkat penerimaan masyarakat, dilakukan penyebaran kuesioner kepada 15 responden berusia 27–70 tahun. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa seluruh aspek penilaian — tampilan dan kemasan produk (mean 4,60), aroma dan kualitas garam (mean 4,67), keunikan dan inovasi produk (mean 4,73), serta minat dan harga produk (mean 4,60) — berada pada kategori puas hingga sangat puas. Kegiatan ini juga mendorong perubahan sosial berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi ekonomi bahan lokal dan terbentuknya kerja sama antar peserta untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Produk garam infused dinilai berpotensi menjadi oleh-oleh khas Desa Bunggalo sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Copyrights © 2026