Artikel ini menganalisis fenomena cultural lag ketertinggalan budaya nonmaterial terhadap perkembangan budaya material dalam masyarakat modern yang tengah menghadapi percepatan teknologi digital. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan kerangka teori William F. Ogburn dan perspektif sosiologi modernitas Anthony Giddens, kajian ini mengidentifikasi berbagai manifestasi cultural lag di tingkat global maupun lokal Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa perkembangan media sosial, kecerdasan buatan, dan revolusi digital berlangsung jauh melampaui kesiapan moral, etika, hukum, dan nilai sosial masyarakat. Dampaknya berupa krisis etika digital, polarisasi sosial, degradasi identitas, dan melemahnya tradisi lokal. Problem utama modernitas bukan sekadar percepatan teknologi, melainkan ketidaksiapan budaya dan spiritual masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial yang terlalu cepat. Diperlukan model adaptasi budaya yang mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan
Copyrights © 2026