Rendahnya keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS menjadi masalah yang perlu diatasi melalui model pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model PELITA serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan hasil belajar murid kelas V SDN Telaga Biru 7. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam satu siklus dengan empat pertemuan pada 16 murid. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PELITA meningkatkan aktivitas murid dari sangat sedikit menjadi hampir seluruh murid aktif, keterampilan berpikir kritis dari 19% menjadi 88%, keterampilan komunikasi dari 25% menjadi 94%, serta hasil belajar yang mencapai ketuntasan klasikal sesuai KKM 75. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa model PELITA dapat digunakan guru sebagai alternatif pembelajaran IPAS yang aktif, kolaboratif, dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21
Copyrights © 2026