Pesantren (sekolah berasrama Islam) telah lama diakui sebagai lembaga penting pembentukan karakter keagamaan di Indonesia, namun penelitian yang ada sebagian besar berfokus pada dampaknya pada santri (siswa) secara individu, sehingga efek riak pada unit keluarga yang lebih luas belum banyak dieksplorasi. Studi ini meneliti bagaimana pendidikan pesantren memicu transformasi keagamaan dalam keluarga Muslim perkotaan dan implikasi selanjutnya terhadap mobilitas sosial keagamaan mereka. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen yang melibatkan santri, orang tua, dan tokoh agama setempat. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, dengan triangulasi sumber dan metode serta pengecekan anggota untuk memastikan keandalan. Temuan mengungkapkan mekanisme tiga tahap: santri menginternalisasi nilai-nilai keagamaan melalui rutinitas pesantren yang terstruktur; mereka kemudian mentransmisikan nilai-nilai ini kepada keluarga mereka melalui praktik sehari-hari dan pemodelan perilaku (Bandura, 1977); Transformasi keluarga yang dihasilkan kemudian menciptakan pengakuan sosial yang meningkatkan posisi sosial-religius keluarga di masyarakat. Studi ini memberikan model berbasis empiris tentang mobilitas sosial keagamaan tingkat keluarga yang dimediasi oleh pendidikan pesantren, menawarkan implikasi bagi kebijakan pendidikan Islam dan program pengembangan keagamaan keluarga.
Copyrights © 2026