Kegiatan penguatan budaya membaca kritis dan analitis dilaksanakan di SMA Negeri 1 Gapura, Kabupaten Sumenep, sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa dalam memahami, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai jenis teks. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi membaca peserta didik, khususnya dalam aspek berpikir kritis dan analitis. Metode kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi, pelaksanaan pelatihan, praktik mandiri, serta evaluasi. Materi yang diberikan meliputi pengertian membaca kritis, kompetensi membaca kritis, tahapan membaca kritis, serta latihan menganalisis teks bacaan. Kegiatan dilaksanakan secara luring dengan melibatkan 75 siswa SMA Negeri 1 Gapura. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi, daya kritis, dan kemampuan siswa dalam membedakan fakta dan opini, mengidentifikasi argumen, serta menyampaikan tanggapan secara logis dan sistematis. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pelatihan melalui diskusi kelompok, analisis teks, dan presentasi hasil kerja. Program ini juga berhasil menumbuhkan kesadaran pentingnya budaya literasi kritis sebagai bekal menghadapi tantangan akademik dan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan pelatihan membaca kritis dan analitis dapat dijadikan sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kompetensi literasi siswa sekaligus mendukung pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Copyrights © 2026