Penyimpangan prinsip kerja sama dan kesantunan berbahasa dalam tindak tutur siswa Sekolah Dasar kepada guru serta temannya seringkali dilakukan dengan kesengajaan maupun tidak, sudah menjadi kebiasaan yang melanggar etika komunikasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk penyimpangan tersebut serta mengaitkannya dengan upaya penguatan etika komunikasi di lingkungan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI SDN 1 Ronggojati, Kecamatan Batuwarno, Kabupaten Wonogiri pada tahun ajaran 2024/2025. Data penelitian berupa tindak tutur siswa kepada guru maupun antar siswa saat pembelajaran yang menyimpang dari kedua prinsip pragmatik tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, simak, catat, dan wawancara, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Analisis data mengikuti tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran pada empat maksim prinsip kerja sama, yaitu kuantitas, kualitas, relevansi, dan pelaksanaan, dengan dominasi pelanggaran pada maksim kuantitas dan kualitas. Selain itu, ditemukan pula penyimpangan pada enam maksim prinsip kesantunan, yaitu kebijaksanaan, kedermawanan, kerendahan hati, pujian, simpati, dan persetujuan, dengan dominasi pelanggaran maksim kerendahan hati dan simpati. Fenomena penyimpangan tindak tutur berimplikasi pada perlunya penanaman etika komunikasi siswa melalui rehabilitasi tata krama berbahasa berbasis karakter yang lebih sistematis agar tercipta interaksi belajar yang harmonis serta karakter santun siswa sekolah dasar.
Copyrights © 2026