Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan berdasarkan temuan di lapangan bahwa siswa kelas VII SMP masih mengalami kesulitan dalam memahami dan menggunakan simple present tense serta to be secara tepat dalam teks deskriptif. Permasalahan ini disebabkan oleh kecenderungan siswa menghafal rumus tanpa memahami pola bahasa dalam konteks. Oleh karena itu, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konseptual dan akurasi penggunaan struktur simple present tense melalui pendekatan Tri-N (Niteni, Nirokke, Nambahi) berbasis ajaran Tamansiswa. Metode yang digunakan berupa pendampingan pembelajaran yang meliputi analisis kebutuhan, penyusunan perangkat pembelajaran, implementasi pembelajaran berbasis Tri-N dalam 4–5 pertemuan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 58,4 pada pre-test menjadi 78,6 pada post-test atau meningkat sebesar 20,2 poin. Selain itu, siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menyusun teks deskriptif secara sistematis dan akurat. Keterlibatan guru sebagai mitra juga mendukung keberlanjutan praktik pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan Tri-N terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan grammar kontekstual sekaligus mendorong kepercayaan diri dan kemandirian belajar siswa. Kata Kunci: simple present, teks deskriptif, Tri-N, Tamansiswa, grammar
Copyrights © 2026