Sebagaimana disebutkan dalam QS. As-Sajdah ayat 7–9, memahami penciptaan manusia secara integratif antara wahyu dan sains adalah alasan penelitian ini. Dengan menghubungkan makna ayat-ayat Al-Qur'an dengan temuan biologi dan embriologi kontemporer, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek fisik dan mental manusia melalui tafsir sainstifik. Penelitian kualitatif berbasis studi pustaka (library research) digunakan. Al-Qur'an digunakan sebagai sumber primer, dan kitab tafsir dan jurnal ilmiah digunakan sebagai sumber sekunder; kedua sumber ini dianalisis secara deskriptif-analitis. Studi menunjukkan bahwa penciptaan manusia berlangsung secara bertahap, dimulai dari unsur tanah, berkembang melalui nutfah hingga proses embriologis yang kompleks, dan akhirnya mencapai penyempurnaan melalui peniupan ruh. Hal ini membuktikan bahwa sains dan wahyu selaras dan bahwa manusia memiliki aspek fisik dan spiritual. Singkatnya, paradigma tafsir integratif memperkuat pemahaman kita tentang hakikat manusia secara keseluruhan karena integrasi kedua dimensi tersebut memiliki efek deskriptif selain memiliki konsekuensi moral, seperti mendorong kita untuk bermuhasabah dan membangun sikap syukur.
Copyrights © 2026