Arus modernisasi dan penetrasi teknologi di sektor pertanian secara masif telah memengaruhi eksistensi kearifan lokal di pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan nilai budaya tradisional Batobo (tradisi gotong royong) pada masyarakat modern di Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap relasi sosial dan keterlibatan generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam bersama narasumber lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Batobo mengalami pergeseran fungsi yang signifikan akibat mekanisasi alat pertanian. Kehadiran teknologi modern memberikan dampak paradoks; di satu sisi berhasil meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan kecepatan kerja, namun di sisi lain mengikis intensitas kerja sama sosial dan membentuk pola hidup masyarakat yang lebih individualistis. Selain itu, tradisi ini menghadapi krisis regenerasi akibat rendahnya partisipasi generasi muda yang kini cenderung didominasi oleh gaya hidup digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kekuatan solidaritas komunalnya melemah dibandingkan masa lalu, sisa-sisa nilai gotong royong dalam Batobo tetap bertahan di masyarakat. Tradisi ini sedang mengalami transisi dari fungsi praktis-ekonomi menjadi simbol identitas kultural dan persatuan masyarakat desa yang memerlukan upaya pelestarian secara adaptif.
Copyrights © 2026