Perpustakaan modern tidak lagi hanya berfungsi sebagai pusat penyedia informasi, tetapi juga sebagai ruang multifungsi yang mendukung kegiatan diskusi, pembelajaran kolaboratif, dan aktivitas lainnya. Kondisi tersebut menuntut adanya strategi pengelolaan zonasi yang mampu menjaga keseimbangan antara fungsi multifungsi perpustakaan dan kenyamanan layanan informasi bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan zonasi perpustakaan dalam mendukung fungsi multifungsi tanpa mengurangi kualitas kenyamanan layanan informasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pola pengelolaan zonasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi perpustakaan dilakukan melalui pembagian area berdasarkan tingkat aktivitas dan kebisingan, seperti zona tenang, zona diskusi, dan zona kegiatan umum. Selain itu, penerapan tata ruang yang fleksibel, penggunaan pembatas area, serta pengaturan jadwal kegiatan mampu meminimalkan gangguan terhadap layanan informasi. Strategi tersebut terbukti dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sekaligus mendukung optimalisasi fungsi multifungsi perpustakaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan zonasi yang terencana dan adaptif menjadi faktor penting dalam menciptakan perpustakaan yang nyaman, efektif, dan relevan dengan kebutuhan pengguna masa kini.
Copyrights © 2026