Q.S. Luqman (31) ayat 12 sampai 19 menyimpan kekayaan khazanah pendidikan Islam yang terwujud melalui percakapan penuh kebijaksanaan antara Luqman dan putranya. Rangkaian ayat tersebut tidak sekadar memuat dimensi teologis, melainkan juga mencakup aspek pendidikan yang menyeluruh, meliputi ranah spiritual, moral, dan sosial kemasyarakatan. Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin deras dan terus mengubah pola interaksi manusia, nilai-nilai pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an semakin dibutuhkan sebagai landasan dalam proses mendidik dan membesarkan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) dan metode tafsir tematik (tafsir maudhu’i). Pengumpulan data bersumber dari dokumen primer, yakni Al-Qur’an beserta kitab-kitab tafsirnya, yang kemudian diperkaya dengan berbagai referensi sekunder yang berkaitan, dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. Luqman (31): 12–19 mengandung sejumlah nilai pendidikan pokok, di antaranya tauhid, syukur, birrul walidain, muraqabah, ibadah, dan akhlak, yang satu sama lain saling menopang dalam pembentukan kepribadian anak secara menyeluruh. Di samping itu, pendekatan pendidikan yang digunakan bersifat dialogis, persuasif, dan dibalut dengan suasana penuh kasih sayang. Nilai-nilai tersebut terbukti sangat relevan dalam merespons tantangan pengasuhan di era digital, khususnya dalam membangun kesadaran diri anak, mengelola perilaku, dan membentuk etika dalam bermedia.
Copyrights © 2026