Dualisme epistemologis yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum secara kaku masih menjadi problem menahun dalam sistem pendidikan Islam, sehingga menghasilkan lulusan yang kurang kompetitif di era modern. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Pendidikan Islam Integratif perspektif pemikiran neomodernisme Fazlur Rahman serta mengontekstualisasikan relevansinya dalam menjawab tantangan abad ke-21. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis kajian kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis-pedagogis. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan analisis hermeneutik terhadap karya-karya primer Fazlur Rahman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi ilmu versi Rahman bukan sekadar islamisasi ilmu yang bersifat kosmetik, melainkan rekonstruksi organik sains modern di bawah payung Al-Qur’anic worldview. Di abad ke-21, relevansi gagasan Rahman mewujud pada penerapan nalar kritis melalui adaptasi teori Double Movement dalam pedagogi, yang sangat koheren dengan kompetensi global (4C) dan navigasi etika di era disrupsi digital serta kecerdasan buatan (AI). Implikasi: Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya rekonstruksi kurikulum interdisipliner dan reformasi kelembagaan guna mentransformasi institusi pendidikan Islam menjadi pusat pemecahan masalah sosial kontemporer.
Copyrights © 2026