Latar belakang: Self-harm pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan tekanan emosional, kesulitan regulasi emosi, dan faktor lingkungan keluarga. Keluarga berperan dalam menyediakan komunikasi, dukungan emosional, keterlibatan, dan pengaturan perilaku yang dapat membantu remaja menghadapi stres. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan perilaku self-harm pada remaja di salah satu SMA Kota Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 269 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Fungsi keluarga diukur menggunakan Family Assessment Device, sedangkan perilaku self-harm diukur menggunakan Self-Harm Inventory. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil: Perilaku self-harm ditemukan pada 68 responden (25,3%), terdiri atas self-harm ringan 61 responden (22,7%) dan self-harm berat 7 responden (2,6%). Dimensi fungsi keluarga yang mayoritas berada pada kategori baik adalah pemecahan masalah (63,2%), komunikasi (59,5%), peran (57,6%), keterlibatan afektif (55,8%), dan fungsi umum (54,3%). Hasil analisis bivariat menunjukkan hubungan bermakna antara perilaku self-harm dengan pemecahan masalah (p=0,029), komunikasi (p=0,028), dan keterlibatan afektif (p=0,049). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara beberapa dimensi fungsi keluarga dengan perilaku self-harm pada remaja di salah satu SMA Kota Padang.
Copyrights © 2026