Penelitian ini berfokus pada narasi identitas minoritas Tionghoa-Indonesia dalam kerangka narasi panggung pertunjukan stand-up comedy. Warga keturunan Tionghoa di Indonesia mengalami fase baru pasca tumbangnya pemerintahan Orde Baru. Kini, mereka seperti mendapatkan kehidupan kedua dengan jaringan media yang lebih luas. Panggung hiburan menjadi salah satu pilihan komunitas Tionghoa untuk bernarasi tentang kehidupan, identitas, dan posisi sosial mereka. Trend stand-up comedy yang diadopsi dari Amerika Serikat dan populer di Indonesia sejak medio 2010 yang hingga kini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi warga Tionghoa-Indonesia untuk unjuk gigi. Kerap dalam setiap humor monolog khas stand-up comedy ini mereka menyelipkan candaan yang tidak hanya bernilai humor, tetapi juga bentuk kritik sosial dan resistensi akan akar budaya Tionghoa-nya. Penelitian ini melihat narasi komedi sebagai instrumen tekstual dalam bentuk rutinitas stand-up komedi individu-individu Tionghoa Indonesia menegosiasikan status minoritas, menantang stereotip etnis, mengkomodifikasikannya, serta mengindikasi posisi diri mereka sebagai warga negara Indonesia pasca Orde Baru.
Copyrights © 2026