Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PENGUATAN KETANGGUHAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA: STUDI KASUS DI KELURAHAN KANGKUNG KOTA BANDAR LAMPUNG M. Fikri Akbar; Wahyu Hidayat; Hafri Yuliani; Della Ayu Lestari; Sandy Allifiansyah
Journal Media Public Relations Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Media Public Relation (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jmp.v5i1.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi partisipatif dalam penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana, dengan studi kasus di Kelurahan Kangkung, Bandar Lampung. Kelurahan Kangkung merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, sehingga diperlukan pendekatan komunikasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi partisipatif, yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program mitigasi bencana, berperan penting dalam meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan kesiapsiagaan masyarakat. Bentuk komunikasi yang digunakan meliputi dialog interaktif, pendekatan budaya lokal, serta pemanfaatan media tradisional dan digital. Namun, implementasi komunikasi kebencanaan menghadapi beberapa tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur komunikasi, dan faktor budaya yang memengaruhi penerimaan informasi. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan, penguatan infrastruktur komunikasi, serta pendekatan komunikasi yang sensitif terhadap budaya lokal. Dengan demikian, komunikasi partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya di Kelurahan Kangkung tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang rentan terhadap bencana.
Penguatan Nilai Ideologi Pacasila Dan Wawasan Kebangsaan Terhadap Masyarakat Wujud Mempertahankan Budaya Bangsa Idham; Sudewi Sudewi; M. Fikri Akbar; Lenny Nadriana
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many of the analysis of figures in various discussions and research that show several trends in the depletion of the spirit of nationalism among the younger generation among the younger generation, including the general public. At the same time, the development of nationalism through the role of institutional units outside the world of education, for example the conducted by the Bandar Lampung City Council with the theme “Socialization of the ideology of Pancasila and Nationalistic Insight” in various discussions and researches. Pancasila and Nationalistic Insight” in several theoretical studies provide a significant contribution. significant contribution. Therefore, making an institutional unit outside of education as a location for service as an endeavor to shape and develop national character (nationalism) is the right answer in preparing the younger generation and the community to become quality human resources who are able to be wise in responding to globalization. globalization. The objectives of this community service activity are the formation of strengthening Nationalism values that grow from awareness and knowledge in the community. awareness and knowledge in the community. Methods used used by the Service Team is socialization, counseling, and coaching so that the community has comprehensive knowledge about nationalism, measuring the nationalism index, and measuring the nationalism index. have comprehensive knowledge about nationalism, measurement of nationalism index, as well as index, as well as nationalism character statutes and being able to behave well in protecting the country. well in maintaining the Unitary State of the Republic of Indonesia. Unitary Republic of Indonesia.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI ANAK-ANAK KOMUNITAS MAT PECI CILIWUNG UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PUBLIK DALAM ISU LINGKUNGAN M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah; Mia Mutmainah; Muhammad Dika Octaviano; Gina Rahmani; Zacky Sazari Putra
JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD) Vol. 4 No. 2 (2025): JUNI
Publisher : IKATAN ALUMNI DOSEN MAGANG KEMENRISTEKDIKTI TAHUN ANGKATAN 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This service focuses on improving the public speaking skills of the children of the Mat Peci Ciliwung Community to encourage public participation in environmental issues. The goal is to equip children with effective communication skills and confidence in conveying ideas. The implementation methods include socialization, interactive training, speaking simulations, and ongoing mentoring and evaluation. Participatory and educational approaches are used to adjust the material to the needs of the participants. The results of the service show a significant increase in children's confidence in public speaking, as demonstrated by their enthusiasm when practicing speaking and involvement in discussions. This program also provides a strong foundation for the desire to train and strengthen the role of children in voicing environmental issues in their communities.
Identitas Sebagai Komoditas Dan Resistensi Diri: Narasi Komedi Komika Indonesia Keturunan Tionghoa dalam Kajian Small Stories Sandy Allifiansyah; M. Fikri Akbar; Noprita Herari; Callista Agatha Maharani; Damar Rachma Nurdiantoro
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/eqta3j83

Abstract

Penelitian ini berfokus pada narasi identitas minoritas Tionghoa-Indonesia dalam kerangka narasi panggung pertunjukan stand-up comedy. Warga keturunan Tionghoa di Indonesia mengalami fase baru pasca tumbangnya pemerintahan Orde Baru. Kini, mereka seperti mendapatkan kehidupan kedua dengan jaringan media yang lebih luas. Panggung hiburan menjadi salah satu pilihan komunitas Tionghoa untuk bernarasi tentang kehidupan, identitas, dan posisi sosial mereka. Trend stand-up comedy yang diadopsi dari Amerika Serikat dan populer di Indonesia sejak medio 2010 yang hingga kini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi warga Tionghoa-Indonesia untuk unjuk gigi. Kerap dalam setiap humor monolog khas stand-up comedy ini mereka menyelipkan candaan yang tidak hanya bernilai humor, tetapi juga bentuk kritik sosial dan resistensi akan akar budaya Tionghoa-nya. Penelitian ini melihat narasi komedi sebagai instrumen tekstual dalam bentuk rutinitas stand-up komedi individu-individu Tionghoa Indonesia menegosiasikan status minoritas, menantang stereotip etnis, mengkomodifikasikannya, serta mengindikasi posisi diri mereka sebagai warga negara Indonesia pasca Orde Baru.
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI TANDA POLITIK GENERASI MUDA DALAM POSTER DIGITAL GERAKAN #RESETINDONESIA Syafira Aspari Yasmin Syafa; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 11, No 1 (2026): MITZAL, VOLUME 11, NOMOR 1, MEI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v11i1.6762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi politik generasi muda terhadap kondisi sosial-politik Indonesia melalui poster kreatif bertagar #ResetIndonesia yang muncul pascademonstrasi Agustus 2025. Dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian kualitatif ini mengkaji tanda-tanda visual yang meliputi tulisan, gambar, dan warna dalam poster digital tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual kreatif seperti meme, simbol, dan bahasa keseharian efektif dalam mendorong partisipasi politik anak muda. Penggunaan humor, satir, serta simbol yang mudah dipahami mampu menyederhanakan kritik politik yang kompleks menjadi pesan yang relevan dengan generasi muda. Selain itu, pemilihan warna seperti Brave Pink, Hero Green, dan Resistance Blue berkembang menjadi simbol kolektif perlawanan yang merepresentasikan suara berbagai kelompok, termasuk perempuan dan masyarakat sipil. Poster-poster bertagar #ResetIndonesia berfungsi sebagai medium kritik sekaligus manifestasi identitas politik digital generasi muda, yang memperkuat ikatan sosial serta memobilisasi wacana di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kreativitas visual merupakan bentuk perlawanan yang kuat dalam lanskap politik digital Indonesia.
CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF NEWS COVERAGE ON THE RENAMING OF SENEN SENTRAL BUS STOP TO JAGA JAKARTA BUS STOP ON DETIK.COM: ANALISIS WACANA KRITIS PADA PEMBERITAAN PERUBAHAN NAMA HALTE SENEN SENTRAL MENJADI HALTE JAGA JAKARTA DI DETIK.COM Citra Ruby Isnaini; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
Konvergensi Vol 7 No 1 (2026): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/r3wh2k55

Abstract

Perubahan nama Halte Senen Sentral menjadi halte Jaga Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pasca kerusuhan pada Agustus 2025 menarik untuk diteliti karena mengandung makna simbolik dan politis di balik kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan Detik.com mengenai perubahan nama halte tersebut menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough. Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif dengan sumber data berupa tiga artikel berita yang diterbitkan Detik.com pada 8-9 September 2025. Analisis dilakukan menggunakan tiga dimensi utama Fairclugh, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com membingkai perubahan nama halte sebagai simbol solidaritas dan ajakan moral bagi masyarakat untuk menjaga kota, sekaligus sebagai bentuk legitamasi politik pemerintah. Media digital berperan penting dalam membentuk persepsi publik dan memperkuat citra pemerintah melalui penggunaan bahasa simbolik. Penelitan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi politik khususnya dalam memahami peran media digital sebagai ruang produksi makna dan praktik komunikasi simbolik pada konteks komunikasi terapan. Kata Kunci: analisis wacana kritis, komunikasi politik, media daring, halte transjakarta, simbol politik
Family Communication and Financial Literacy to Prevent Children's Consumptive Behavior in the Midst of Online Shopping and Paylater Trends Aira Cecilia; M. Fikri Akbar; Sandy Allifiansyah
AMK : Abdi Masyarakat UIKA Vol. 4 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/amk.v4i4.3066

Abstract

The digitalization era has made Indonesian consumption patterns changed, especially with the trend of online shopping and the growth of paylater services, which growed 17 times in the last five years. This study aims to examine the role of family communication and financial literacy in reducing children’s consumptive behavior in the context of online shopping and paylater use. The method used is a literature review with a descriptive qualitative approach based on Consumer Socialization Theory. The findings show that family communication are important to prevent overspending through control, education, and guidance, which helps children develop responsible spending habits. Open discussions and strong emotional connections between parents and children are important in in this case. Other solutions such as early financial education, learning how to budget, save, and set shopping priorities, can reduce impulsive buying behavior. The challenges of the digital era, with easy access to e-commerce and paylater that increase impulsive buying risks, making it a must to have strategies such as gadget use supervision, practical education about financial technology risks, and parental role modeling. The study concludes that a comprehensive approach combining effective family communication, sufficient financial literacy, and adaptive strategies is essential to prevent consumptive behavior among Indonesian youth