Abstrak Pernikahan dini memiliki risiko pernikahan dini meliputi meningkatnya kemungkinan terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan, putus sekolah, masalah kesehatan mental, ketidakstabilan ekonomi, serta tingginya risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak pada kesejahteraan ibu, anak, dan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat memiliki tujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dengan memberikan pelatihan dan membentuk kader remaja yang mampu sebagai penggerak penting di dalam masyarakat khususnya remaja untuk dapat mencegah terjadinya pernikahan dini. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan di SMP Negeri 6 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi dengan 30 peserta remaja pada bulan Februari 2026. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan dengan pendekatan partisipatif serta edukatif dengan media ceramah serta demonstrasi langsung. Evaluasi dilakukan dengan metode kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pre-test mendapatkan hasil bahwa pengetahuan awal yang rendah 58% (remaja masih belum mengetahui cara mencegah terjadinya pernikahan dini). Kemudian setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan, hasil post-test mendapatkan hasil adanya peningkatan yang signifikan 72% (remaja mengalami peningkatan pengetahuan) serta remaja mulai sadar akan pentingnya menyadari bahaya pernikahan dini. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Kata kunci: edukasi; pelatihan; pernikahan dini; remaja AbstractEarly marriage has risks of early marriage including increased likelihood of pregnancy and childbirth complications, dropping out of school, mental health problems, economic instability, and a high risk of domestic violence that impacts the welfare of mothers, children, and families. Community service activities aim to increase knowledge by providing training and forming capable youth cadres as important drivers in society, especially teenagers, to be able to prevent early marriage. This community service activity was held at SMP Negeri 6 Cikarang Utara, Bekasi Regency with 30 youth participants in February 2026. The method used in this activity was education and training with a participatory and educational approach with lectures and live demonstrations as media. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test questionnaire method. The pre-test results showed that initial knowledge was low at 58% (teenagers still did not know how to prevent early marriage). Then after the training activity was carried out, the post-test results showed a significant increase of 72% (teenagers experienced increased knowledge) and teenagers began to realize the importance of realizing the dangers of early marriage. So it can be concluded that this community service activity is effective in increasing knowledge and awareness of teenagers in preventing early marriage. Keywords: education; training; early marriage; teenagers
Copyrights © 2026