Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ONLINE PSYCHOEDUCATION ABOUT THE DANGERS OF EARLY MARRIAGE AGAINST THE HIGH INCIDENCE OF DIVORCE DURING THE PANDEMIC Yulianti Yulianti
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 6, No 1 (2022): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ijhs.v6i1.4327

Abstract

The phenomenon of early marriage occurs at the national and international levels. According to Riskesdas data, the number of married girls aged 15-19 years is more signify (11.7%) companion male adolescents aged 15-19 years at 1.6% (Anwar Rahmah, 2016). Child marriage is related to various factors that can be structural or originate from the community, family, or individual capacity.The purpose of this study was to determine the effect of online psychoeducation on increasing the knowledge of Regina Celli Metland High School students about the dangers of early marriage. This study uses the Pre Experimental method with a one-group pre-test design. The sampling technique used was total sampling with a total sample of 53 respondents. Data analysis using Paired T-Test and Logistics Regression Test. The results showed that the P-value 0.000 0.05, which means that there are differences in the use of online psychoeducation methods with audiovisual video media to increase the knowledge of Regina Celli Metland High School students. The conclusion of the study states that online psychoeducation can increase the knowledge of Regina Celli Metland High School students about the dangers of early marriage.
UPAYA MENCIPTAKAN KESEJAHTERAAN TUMBUH KEMBANG ANAK MELALUI PENDAMPINGAN ORANG TUA GUNA MENGHINDARI RISIKO TERJADINYA KEKERASAN PADA ANAK Yulianti Yulianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13133

Abstract

ABSTRAKKondisi kesehatan anak saat ini   menentukan masa depan bangsa, sehingga  upaya peningkatan kualitas hidup anak perlu ditingkatkan secara optimal. Anak (0-18 tahun) berada pada tumbuh kembang yang sangat dipengaruhi oleh tiga kebutuhan dasar yaitu asuh, asih dan asah. Tidak semua anak dapat memperoleh kebutuhan dasarnya secara layak,    masih banyak anak mengalami perilaku yang tidak menyenangkan seperti tindak kekerasan dan penelantaran yang dilakukan oleh orang- orang terdekat. Dalam mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan sosialisasi dan pendampingan dengan memberikan pengetahuan kepada WUS. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada WUS untuk pentingnya menciptakan kesejahteraan tumbuh kembang anak usia sekolah. Metode pengabdian masyarakat dengan metode penyuluhan dan pendampingan WUS dalam meningkatkan pengetahuan untuk pentingnya menciptakan kesejahteraan tumbuh kembang anak usia sekolah. Hasi Pengabdian masyakat ini didapatkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dan pendampingan pada WUS sebanyak 30 orang (80,47%) dan setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan sebanyak 30 orang (91,66%), sehingga terdapatnya peningkatan yang signifikan sebanyak 30 orang (11,19%). Kata kunci: wanita usia subur; kekerasan anak ABSTRACTThe current health condition of children determines the future of the nation, so that efforts to improve the quality of life of children need to be optimally improved. Children (0-18 years) are in a growth and development period which is strongly influenced by three basic needs, namely nurturing, loving care and sharpening. Not all children can get their basic needs properly, many children still experience unpleasant behavior such as acts of violence and neglect by those closest to them In overcoming this problem, socialization and assistance can be carried out by providing knowledge to WUS. This community service is carried out with the aim of providing knowledge to WUS for the importance of creating well-being for the growth and development of school-age children. The community service method uses counseling and mentoring for WUS in increasing knowledge for the importance of creating well-being for the growth and development of school-age children. The results of this community service found that the level of knowledge before being given counseling and assistance to WUS was 30 people (80.47%) and after being given counseling and mentoring were 30 people (91.66%), so there was a significant increase of 30 people (11 ,19%). Keywords: women of reproductive age; child violence
EFEKTIVITAS EDUKASI BAHAYA PERNIKAHAN DINI TEHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI Yulianti Yulianti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v15i3.1415

Abstract

Marriage is a union of bonds between a man and a woman in such a way that they become husband and wife who are legally married according to religion and country. the purpose of this study was to determine the effectiveness of education on the dangers of early marriage on young women's knowledge. The sample used in this study was 30 young women in Karangraharja Village. sampling technique using the Random Sampling Sample Technique. The statistical analysis used in this study was the Paired Sample T test. The research results obtained in the study with a P-value of 0.000 <0.05, which means that the educational method used is effective in increasing the knowledge of young women about early marriage.
PENDAMPINGAN REMAJA DENGAN PENGUATAN WAWASAN TENTANG BAHAYA PERNIKAHAN DINI DI DESA KARANGRAHARJA Yulianti Yulianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17237

Abstract

ABSTRAKPerkawinan adalah penyatuan ikatan antara seorang pria dengan seorang wanita sedemikian rupa sehingga menjadi pasangan suami istri yang sah menurut agama dan Negara. Pernikahan tentunya memiliki syarat-syarat agama dan pemerintahan. Sedangkan untuk usia dewasa, idealnya pernikahan dilakukan pada usia 21 tahun. Namun tidak jarang terjadi perkawinan di bawah usia 21 tahun. Perkawinan remaja sering terjadi di bawah usia 21 tahun. Salah satu masalah sosial khususnya di kalangan anak muda adalah adanya pernikahan dini. Pernikahan dini lebih banyak terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Demi mengatasi masalah pernikahan dini dengan ini dilakukan sosialisasi dan pendampingan remaja dengan penguatan wawasan tentang bahaya pernikahan dini di Desa Karangraharja. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode sosialisasi melalui penyuluhan serta pendampingan dengan penguatan wawasan tentang bahaya pernikahan dini. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan bahwa didapatkan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah di lakukan penyuluhan dan pendampingan pada remaja putri di dapatkan pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan dan pendampingan remaja putri sejumlah 30 orang (60%) kemudian setelah diberikan penyuluhan dan pendampingan remaja putri sejumlah 30 orang (77.86%), sehingga diperoleh adanya peningkatan pengetahuan remaja putri sejumlah 30 orang (17.86%) tentang bahaya pernikahan dini di Desa Karangraharja. Kata kunci: remaja; pernikahan dini; pendampingan ABSTRACTMarriage is a union of bonds between a man and a woman in such a way that they become husband and wife who are legally married according to religion and state. Marriage certainly has religious and government requirements. As for adulthood, ideally marriage is done at the age of 21 years. However, it is not uncommon for marriages to occur under the age of 21. Teenage marriages often occur under the age of 21. One of the social problems, especially among young people, is early marriage. Early marriage is more common in developing countries, one of which is Indonesia. In order to overcome the problem of early marriage, socialization and mentoring of adolescents is carried out by strengthening insights about the dangers of early marriage in Karangraharja Village. The community service method is carried out using the socialization method through counseling and mentoring by strengthening insight about the dangers of early marriage. The results of the community service that has been done show that the level of knowledge before and after counseling and mentoring for young women is obtained before counseling and mentoring for young women is 30 people (60%) then after counseling and mentoring for young women is 30 people (77.86%), so that there was an increase in the knowledge of 30 young women (17.86%) about the dangers of early marriage in Karangraharja Village. Keywords: youth; early marriage; assistance
Edukasi dan pelatihan remaja dalam mengatasi masalah pernikahan dini Yulianti Yulianti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.38932

Abstract

Abstrak Pernikahan dini memiliki risiko pernikahan dini meliputi meningkatnya kemungkinan terjadinya komplikasi kehamilan dan persalinan, putus sekolah, masalah kesehatan mental, ketidakstabilan ekonomi, serta tingginya risiko terjadinya kekerasan dalam rumah tangga yang berdampak pada kesejahteraan ibu, anak, dan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat memiliki tujuan untuk Meningkatkan pengetahuan dengan memberikan pelatihan dan membentuk kader remaja yang mampu sebagai penggerak penting di dalam masyarakat khususnya remaja untuk dapat mencegah terjadinya pernikahan dini. Kegiatan pengabdian ini diselenggarakan di SMP Negeri 6 Cikarang Utara Kabupaten Bekasi dengan 30 peserta remaja pada bulan Februari 2026. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan pelatihan dengan pendekatan partisipatif serta edukatif dengan media ceramah serta demonstrasi langsung. Evaluasi dilakukan dengan metode kuesioner pre-test dan post-test. Hasil pre-test mendapatkan hasil bahwa pengetahuan awal yang rendah 58% (remaja masih belum mengetahui cara mencegah terjadinya pernikahan dini). Kemudian setelah dilaksanakan kegiatan pelatihan, hasil post-test mendapatkan hasil adanya peningkatan yang signifikan 72% (remaja mengalami peningkatan pengetahuan) serta remaja mulai sadar akan pentingnya menyadari bahaya pernikahan dini. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya pernikahan dini. Kata kunci: edukasi; pelatihan; pernikahan dini; remaja AbstractEarly marriage has risks of early marriage including increased likelihood of pregnancy and childbirth complications, dropping out of school, mental health problems, economic instability, and a high risk of domestic violence that impacts the welfare of mothers, children, and families. Community service activities aim to increase knowledge by providing training and forming capable youth cadres as important drivers in society, especially teenagers, to be able to prevent early marriage. This community service activity was held at SMP Negeri 6 Cikarang Utara, Bekasi Regency with 30 youth participants in February 2026. The method used in this activity was education and training with a participatory and educational approach with lectures and live demonstrations as media. Evaluation was carried out using a pre-test and post-test questionnaire method. The pre-test results showed that initial knowledge was low at 58% (teenagers still did not know how to prevent early marriage). Then after the training activity was carried out, the post-test results showed a significant increase of 72% (teenagers experienced increased knowledge) and teenagers began to realize the importance of realizing the dangers of early marriage. So it can be concluded that this community service activity is effective in increasing knowledge and awareness of teenagers in preventing early marriage. Keywords: education; training; early marriage; teenagers
Effect of Age on Cadre Ability in Early Detection of High Domestic Violence Yulianti Yulianti
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v9i3.54850

Abstract

Cases of Domestic Violence have a big impact on someone who experiences it even to the point of experiencing depression which even causes a sense of wanting to end his life[7]. Factors causing the high incidence of domestic violence are things that often occur such as economic factors, lack of communication, infidelity even to the point of personality characteristics being one of the causes[8]. The role of cadres is important in the process of empowering victims of domestic violence who play a role in community elements to overcome domestic violence events[5]. The purpose of this study was to determine the factors that influence the level of cadre's ability to carry out early detection of domestic violence in the Work Area of the Sleman Health Center, Yogyakarta. This study used a cross sectional design involving a cadre population of 586 cadres with purposive sampling technique. Statistical analysis used the Eta Correlation test with the results of the statistical test of the ability of cadres in early detection of domestic violence with a significant value of 0.024. The conclusion of the statistical test results in this study is that the age of cadres has a relationship with the ability of cadres to carry out early detection of domestic violence in the Godean II Health Center Work Area, Yogyakarta.Keywords:  
PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA REMAJA DI KELAS SMAN 1 CIKARANG TIMUR TAHUN 2025: Indonesia Siska Bella Nurfadilla; Yulianti Yulianti; Rosi Kurnia Sugiharti; Ika Kania Fatdo Wardani
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7035

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak dialami remaja dan berdampak negatif terhadap kesehatan fisik, mental, serta prestasi akademik. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat insomnia pada remaja kelas X SMAN 1 Cikarang Timur. Metode Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 49 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria mengalami insomnia. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner Skala Baku Pengukuran Insomnia Remaja (KSBPJ-IRS). Intervensi berupa pemberian aromaterapi lavender spray pada bantal atau selimut responden setiap malam selama tujuh hari berturut-turut. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami insomnia ringan (75,5%) dan insomnia berat (24,5%). Setelah intervensi, 81,6% responden tidak lagi mengalami insomnia, sedangkan 18,4% mengalami insomnia ringan. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara skor insomnia sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian aromaterapi lavender spray berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat insomnia pada remaja, sehingga dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan efektif untuk meningkatkan kualitas tidur.
Efektivitas Sari Daun Jambu Biji terhadap Frekuensi Diare pada Balita: The Effectiveness of Guava Leaf Juice on the Frequency of Diarrhea in Toddlers Vivi Silviana; Yulianti Yulianti; Rosi Kurnia Sugiharti; Ismah Khaerunisa
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 5 (2025): Edisi Sep - Oktober 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i5.7184

Abstract

Diare akut merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya di negara berkembang. Berdasarkan survei pendahuluan di RS Cenka pada Maret–April 2025, tercatat 202 kasus diare pada balita yang mengalami peningkatan signifikan akibat faktor infeksi, malabsorpsi, serta penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari daun jambu biji terhadap frekuensi diare pada balita. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh balita dengan diare di wilayah kerja RS Cenka, dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling selama periode 1 Juli–1 Agustus 2025. Intervensi berupa pemberian sari daun jambu biji, sedangkan variabel dependen adalah frekuensi buang air besar per hari. Data dikumpulkan melalui observasi selama tiga hari dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan frekuensi diare dari kategori sedang–berat pada hari pertama menjadi kategori ringan pada hari ketiga. Uji statistik menghasilkan nilai Z = -4,833 dengan p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa sari daun jambu biji efektif menurunkan frekuensi diare pada balita dan berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman serta terjangkau.
Hubungan Faktor Maternal dengan Hiperemesis Gravidarum Trimester I di RS DKH Sukatani Usniyah Usniyah; Yulianti Yulianti; Neneng Julianti; Rosi Kurnia Sugiharti
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7251

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HEG) merupakan mual muntah berlebihan pada trimester pertama kehamilan yang dapat berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin. Berdasarkan data WHO tahun 2021, angka kejadian HEG mencapai 12,5% dari seluruh kehamilan di dunia, sedangkan di Indonesia mencapai 14,8% dan di Jawa Barat 14,2%. Tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan perlunya identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan HEG. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di RS DKH Sukatani tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 51 ibu hamil trimester I yang mengalami HEG dan dirawat inap. Instrumen penelitian berupa data sekunder dari rekam medis. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,002), paritas (p=0,005), pekerjaan (p=0,039), dan pendidikan (p=0,021) dengan kejadian HEG. Ibu dengan usia <20 tahun atau >35 tahun, primipara, tidak bekerja, serta berpendidikan rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami HEG. Faktor maternal seperti usia, paritas, pekerjaan, dan pendidikan terbukti berhubungan signifikan dengan hiperemesis gravidarum. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar upaya pencegahan dan edukasi pada ibu hamil untuk meminimalisir risiko HEG.