Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak usia dini, namun pengembangannya masih menghadapi kendala berupa penggunaan media pembelajaran yang kurang variatif dan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan media busy board terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental research dan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling pada tiga lembaga TK/RA di Desa Sidodadi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan berpikir kritis anak yang mencakup kemampuan mengamati, menganalisis, membuat hipotesis, menyimpulkan, dan mengomunikasikan ide. Data dianalisis menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak meningkat setelah penggunaan media busy board, ditandai dengan meningkatnya kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) dan menurunnya kategori Mulai Berkembang (MB). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,000 0,05 yang menunjukkan bahwa media busy board berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Dengan demikian, media busy board dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif untuk menstimulasi kemampuan berpikir kritis anak usia dini melalui aktivitas belajar yang interaktif dan eksploratif.
Copyrights © 2026