Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Morfologi Kelenjar Aksesori Kelamin Muncak (Muntiacus muntjak muntjak) Jantan Sri Wahyuni; Lidya Elizabeth M. Manik; Srihadi Agungpriyono; Muhammad Agil; Tuty Laswardi Yusuf; . Hamny; I Ketut Mudite Adnyane
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 1 No. 2 (2013): Juli 2013
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10818.482 KB) | DOI: 10.29244/avi.1.2.80-90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfologi kelenjar aksesori muncak jantan secara makroanatomi dan mikroanatomi. Seekor muncak jantan dewasa berumur 4-5 tahun dengan bobot badan 19 kg digunakan pada penelitian ini. Muncak terlebih dahulu di-exanguinasi untuk dikoleksi kelenjar aksesori kelaminnya. Untuk memperoleh gambaran mikroanatomi, sampel kelenjar aksesori diproses dengan teknik histologi dan diwarnai dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil pengamatan makroskopis menunjukkan bahwa kelenjar aksesori muncak jantan terdiri atas ampula, duktus deferens, kelenjar prostat, kelenjar vesikularis, dan kelenjar bulbouretralis. Karakteristik histologi kelenjar aksesori muncak adalah ditemukannya kelenjar prostat yang berbentuk pars diseminata dengan kelenjar-kelenjar sekretori tersebar di sekeliling lumen uretra pars pelvina dimana secara makroskopis kelenjar tersebut tidak dapat diamati. Tipe kelenjar sekresi pada ampula, kelenjar vesikularis, dan pars diseminata prostat adalah tubuloalveolar, sedangkan pada kelenjar bulbouretralis tipe tubular. Dapat disimpulkan bahwa morfologi kelenjar aksesori muncak jantan memperlihatkan kemiripan dengan kelenjar aksesori pada ruminansia kecil lainnya seperti kambing, domba, reeves muntjak, dan pampas deer.
Studi Histokimia Sebaran Karbohidrat Usus Biawak Air (Varanus salvator) Sri Wahyuni; . Zuchri; . Hamny; Muhammad Jalaluddin; I Ketut Mudite Adnyane
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 3 No. 2 (2015): Juli 2015
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.948 KB) | DOI: 10.29244/avi.3.2.77-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui sebaran karbohidrat pada usus biawak air dengan metode histokimia. Organ usus dari satu ekor biawak jantan dewasa dikoleksi melalui prosedur perfusi dan selanjutnya difiksasi dengan larutan paraformaldehid 4%. Usus biawak dibagi menjadi enam bagian, yaitu bagian I sampai VI dan selanjutnya diproses menjadi preparat histologi. Deteksi sebaran karbohidrat pada lapisan mukosa usus dilakukan dengan pewarnaan alcian blue (AB) pH 2,5 untuk karbohidrat asam dan periodic acid schiff (PAS) untuk karbohidrat netral. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran karbohidrat asam ditemukan pada sel goblet pada keenam bagian usus dengan intensitas reaksi sedang (++) sampai kuat (+++), dan tidak ditemukan pada struktur usus lainnya. Sebaran karbohidrat netral ditemukan di seluruh permukaan jaringan usus dengan intensitas reaksi lemah (+) sedangkan intensitas reaksi sedang (++) sampai kuat (+++) ditemukan pada sel goblet. Jumlah sel goblet penghasil karbohidrat asam dan netral pada usus bagian I-IV lebih sedikit (+~++) dibandingkan usus bagian V-VI (+++). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebaran karbohidrat asam dan netral ditemukan diseluruh bagian usus dengan intensitas pewarnaan yang bervariasi. Jumlah sel goblet yang terdeteksi menghasilkan kedua jenis karbohidrat tersebut lebih banyak ditemukan pada usus bagian kaudal.Kata kunci: jaringan usus, sel goblet, karbohidrat asam dan netral, Varanus salvator. (Histochemical Study of Intestinal Carbohydrates Distribution in the Water Monitor (Varanus salvator))The objective of this study was to elaborate the distribution of carbohydrate in intestine tissue of water monitor using histochemical method. Intestinal organ from an adult male water monitor was collected after perfused and subsequently fixed in paraformaldehyde 4%. Intestinal organ was divided to six regions e.g. I to VI and then processed to histological slides. The carbohydrate distribution on the mucosal surface of intestinal tissue was stained with alcian blue (AB) pH 2.5 for detect the acid carbohydrates and periodic acid Schiff (PAS) for the neutral carbohydrates. The results showed that the distribution of acid carbohydrates found in the goblet cells at the I to VI regions with vary intensity of staining reaction with good staining (++) to intense staining (+++), whereas other intestinal structures did not contain the acid carbohydrates. Furthermore, the distribution of neutral carbohydrates was found in the whole intestinal tissue with weak reaction (+), while good staining (++) to intense staining (+++) was appeared in the goblet cells. Additionally, the number of goblet cells containing acid and neutral carbohydrates at the I-IV region was fewer (+~++) than at V-VI region (+++). Conclusion of this study is the distribution of acid and neutral carbohydrates appeared in all regions of the intestinal tissue. The large number of goblet cells that secreting both of carbohydrate type was found at the caudal of intestinal tissue.Keywords: intestinal tissue, goblet cells, acid and neutral carbohydrates, Varanus salvator.
Penanganan Paraparesis Kaki Belakang pada Kucing Domestik dengan Metode Terapi Elektroakupunktur Mudhita Zikkrullah Ritonga; Cut Nila Thasmi; Sri Wahyuni; M. Nur Salim; M. Ikhsanuddin
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 10 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.10.1.51-57

Abstract

Paraparesis atau paresis merupakan suatu kondisi ditandai oleh lemahnya gerak badan, atau hilangnya sebagian gerakan badan atau adanya gangguan gerakan. Kucing domestik berumur ±4 bulan, berjenis kelamin jantan, ras kucing domestik campuran, warna rambut putih bercampur coklat muda, dengan berat badan 1,5 kg mengalami kelemahan pada kedua kaki belakang, tidak bisa berjalan disertai dengan kondisi tubuh yang tampak lemah serta lesu, dan tidak memberikan respon rasa sakit saat dilakukan penekanan pada regio femur dan digit sehingga menyebabkan ketidakmampuan pada kedua kaki belakang untuk mengangkat tubuh bagian belakang dengan sempurna sehingga menunjukkan adanya gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi anggota gerak dan muskuloskeletal. Hasil foto x-ray menunjukkan bahwa tidak adanya tulang yang fraktur dan pada organ visceral juga tidak menunjukkan perubahan ataupun kelainan yang signifikan. Namun terdapat suatu kondisi radiopaque dari perkembangan osteofit pada tulang belakang diantara L6-L7 sehingga menunjukkan diagnosa yaitu paraparesis kaki belakang. Terapi paraparesis kaki belakang pada kucing dengan metode elektroakupunktur dilakukan di titik BL-23, BL-25, BL-32 dan ST-36 pada tubuh kucing selama 4 minggu dengan durasi setiap terapi selama 15 menit yang dilaksanakan seminggu sekali selama 4 minggu. Kucing diberikan terapi Neurobion® injeksi 0,15 cc intra muscular setelah setiap terapi akupunktur dan diresepkan neurobion® sebanyak seperdelapan tablet satu kali sehari. Kesimpulannya yaitu metode terapi elektroakupunktur dengan titik akupunktur BL-23, BL-25, BL-32 dan ST-36 pada kucing yang mengalami paraparesis kaki belakang menunjukkan perkembangan yang membaik setelah dilakukannya terapi selama empat kali.
AH-15 The Morphology of Salivary Glands in Water Monitor (Varanus salvator) Hamny Hamny; Alfajri Saputra; Muhammad Jalaluddin; Sri Wahyuni; Mustafa Sabri
Media Veteriner Proceedings of The 5th Congress of Asian Association of Veterinary Anatomists (Asian AVA) 2015
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.13 KB)

Abstract

The Morphology of Salivary Glands in Water Monitor (Varanus salvator)
AH-25 Sperm Morphology of the Javan Muntjak, Muntiacus muntjak muntjak Sri Wahyuni; Gholib Gholib; Wahono Esthi Prasetyaningtyas; I Ketut Mudite Adnyane; Srihadi Agungpriyono; Hamny Hamny; Muhammad Jalaluddin; Mustafa Sabri; Muslim Akmal; Muhammad Agil; Tuty Laswardi Yusuf
Media Veteriner Proceedings of The 5th Congress of Asian Association of Veterinary Anatomists (Asian AVA) 2015
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.056 KB)

Abstract

Sperm Morphology of the Javan Muntjak,  Muntiacus muntjak muntjak
AH-35 Potence for Osteogenesis of (Cissus quadrangularis Salisb) Ekstract in Ovariectomized Rats Mustafa Sabri; Nurhidayat Nurhidayat; Wasmen Manalu; Bambang Pontjo Priosoeryanto; Hamny Hamny; Sri Wahyuni
Media Veteriner Proceedings of The 5th Congress of Asian Association of Veterinary Anatomists (Asian AVA) 2015
Publisher : Media Veteriner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.081 KB)

Abstract

Potence for Osteogenesis of (Cissus quadrangularis Salisb) Ekstract in Ovariectomized Rats
Praktik Tim dan Kerjasama Tim Antar Profesional Pemberi Asuhan dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh Sri Wahyuni; Nova Dian Lestari; Nurjannah Nurjannah; Dedy Syahrizal
Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Vol 21, No 3 (2021): Volume 21 Nomor 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jks.v21i3.20714

Abstract

Pendahuluan: Praktik Interprofessional Collaboration (IPC) merupakan bentuk kerjasama antar tenaga kesehatan yang dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan asuhan pasien berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dengan profesi dan keilmuan yang berbeda dituntut untuk bisa berkontribusi secara individu maupun dalam tim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran praktik tim dan kerjasama tim antar PPA dalam implementasi Interprofessional Collaboration di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi menggunakan metode in-depth interview dan Focus Group Discussion (FGD). Data direkam, ditranskripsi kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Informan penelitian ini sebanyak 12 orang PPA yang terdiri dari Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), perawat, apoteker, dan dietisien. Penelitian dilakukan di RSUD Meuraxa Kota Banda Aceh selama bulan Juni-Juli tahun 2020.Hasil: Hasil penelitian menggambarkan bahwa tim dan kerjasama tim secara interprofessional di RSUD Meuraxa belum efektif. Kegiatan visite bersama yang melibatkan keempat profesi belum pernah dilakukan. Profesi apoteker dan dietisien yang dibutuhkan dalam melakukan kolaborasi tidak cukup dari segi kuantitas. Perawat sesuai kompetensi klinis dalam melaksanakan kolaborasi belum sesuai. PPA belum memahami konsep IPC dengan baik sehingga dominansi kerjasama tim dilakukan oleh profesi dokter-perawat.Diskusi: Rumah Sakit harus melakukan tela’ah staf untuk menyediakan dan mendistribusikan PPA yang cukup secara kuantitas maupun kualitas sesuai kebutuhan kolaborasi. Sosialisasi tentang regulasi dan pelaksanaan Interprofessional Collaboration perlu dilakukan secara berkala agar PPA memahami konsep IPC dengan baik.
STUDI KASUS PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 1929K/PDT/2015 TENTANG PERBUATAN MELAWAN HUKUM Sri Wahyuni; Kadriah Kadriah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bidang Hukum Keperdataan Vol 5, No 2: Mei 2021
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyusunan studi kasus atas Putusan MA No.1929K/PDT/2015 Tentang Perbuatan Melawan Hukum ini bertujuan untuk menjelaskan pertimbangan hakim tentang kapasitas penggugat selaku direktur perseroan terbatas dalam mengajukan gugatan serta menerangkan apakah pertimbangan hakim tersebut sudah memberikan keadilan dan kepastian kepada yang berpekara.  Data penulisan studi kasus ini diperoleh dari riset pustaka atau yuridis normatif dengan menekuni permasalahan kasus, perundang-undangan yang berlaku, buku, jurnal serta dokumen lain terpaut dengan permasalahan studi kasus ini. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa hakim melakukan kekeliuran serta kekhilafan dengan menyatakan bahwa Penggugat tidak memiliki hak sebagai Penggugat untuk mengajukan gugatan Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Para Tergugat sehingga hakim berpendapat gugatan tersebut tidak dapat diterima. Hal ini menunjukkan bahwa Majelis Hakim tidak mempertimbangkan dan mencermati ketentuan Pasal 98 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Dianjurkan dalam memutuskan suatu masalah supaya lebih mencermati Undang-Undang yang terpaut sehingga menghasilkan keadilan serta kepastian hukum bagi para pihak.Kata Kunci : Perbuatan melawan hukum, Direksi mewakili perusahaan di pengadilan
Efek pemberian ekstrak pituitari sapi terhadap peningkatan jumlah folikel ovarium dan konsentrasi estradiol pada tikus putih (Rattus norvegicus) Indah Kesuma Siregar; Tongku Nizwan Siregar; Muslim Akmal; Sri Wahyuni; Nazaruddin Nazaruddin; Hafizuddin Hafizuddin
Livestock and Animal Research Vol 18, No 2 (2020): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.121 KB) | DOI: 10.20961/lar.v18i2.42956

Abstract

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI PUTAT AIR (Barringtoniaracemosa) TERHADAP HISTOMORFOMETRI TUBULUS SEMINIFERUS TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIPAPARKAN ASAP ROKOK Lia Angelina Surbakti; Dasrul Dasrul; Sri Wahyuni; Muslim Akmal; Ginta Riady; Rusli Rusli
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 6, No 3 (2022): MEI-JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/jim vet..v6i3.18752

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat histomorfometri dari tubulus seminiferus testis tikus putih (Rattus norvegicus) yang dipaparkan asap rokok setelah pemberian ekstrak biji putat air (Barringtonia racemosa). Sebanyak 25 ekor tikus putih (Rattus novergicus) strain Wistar, berjenis kelamin jantan, usia 3-4 bulan dengan bobot 180-200 gram, dibagi secara acak menjadi 5 kelompok perlakuan, masing-masing 5 ekor : kelompok kontrol negatif (KN): tikus normal tanpa dipaparkan asap rokok dan pemberian ekstrak putat air, kelompok kontrol positif (KP): tikus yang dipaparkan asap rokok tanpa pemberian ekstrak putat air, kelompok perlakuan 1 (P1): tikus putih yang dipaparkan asap rokok 2 jam/hari selama 30 hari dan diberi ekstrak putat air 50 mg/kgbb, kelompok perlakuan 2 (P2) tikus putih yang dipaparkan asap rokok 2 jam/hari selama 30 hari dan diberi ekstrak putat air 100 mg/kgbb dan kelompok perlakuan 3 (P3) tikus putih yang dipaparkan asap rokok 2 jam/hari selama 30 hari dan diberi ekstrak putat air 50 mg/kgbb. Pemberian ekstrak putat air dilakukan secara oral selama 30 hari. Pengamatan histomorfometri tubulus seminiferus testis tikus putih dilakukan secara histologis dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE) dan slide diperiksa dengan mikroskop cahaya. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova uji lanjutan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ekstrak putat air tidak dapat meningkatkan diameter dan ketebalan epitel tubulus testis seminiferus tikus putih secara nyata (P0,05). Pemberian ekstrak putat air 100mg/kgbb/hari menghasilkan peningkatan diameter dan ketebalan epitel tubulus seminiferus yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak putat air dosis 50mg/kgbb/hari dan 150 mg/kg bb. Kesimpulan pemberian ekstrak putat air dapat meningkatkan diameter dan ketebalan epitel tubulus seminiferus testis tikus putih yang dipaparkan asap rokok.Kata kunci; Tikus Putih, Barringtonia racemosa, Tubulus SeminiferusABSTRACT This study aims to determine the histomotphometry of the tubules seminiferous testes of white rats (Rattus norvegicus) which are exposed to cigarette smoke after administration of putat air seed extract (Barringtonia racemosa L). A total of 25 white rats (Rattus norvegicus) strain Wistar, male sex, age 3-4 months with a weight of 180-200 grams, divided randomly into 5 treatment groups, each of 5 tails: negative control group (KN): mice normal without exposure to cigarette smoke and administration of watertip extract, positive control group (KP): mice exposed to smoke without watertip extract treatment group 1 (P1): white rats exposed to cigarette smoke 2 hours / day for 30 days and given a putat extract 50 mg / kgbb, treatment group 2 (P2) white rats exposed to cigarette smoke 2 hours / day for 30 days and given a water putat extract 100 mg / kg body weight and treatment group 3 (P3) of white rats exposed to cigarette smoke 2 hours / day for 30 days and given water putat extract 50 mg / kg. Giving water putat extract orally for 30 days. Observation of the histomotphometry of the tubules seminiferous testes of white rats (Rattus norvegicus) was done histologically by hematoxylin-eosin (HE) staining and slides were examined under a light microscope. The data obtained were analyzed by Anova advanced test with Duncan test. The results showed that administration of water putat extract could not significantly increase the histomorphometry of the tubules seminiferous testes of white rats (Rattus norvegicus) (P0.05). The administration of 100 mg / kg / day water putat extract resulted in a better increase in the number of diameter tubules seminiferous of testes compared with 50 mg / kg / day drip water extracts and 150 mg / kg body weight. Conclusion the administration of water putat extract can increase the number of histomorphometry tubules seminiferous of white rat (Rattus norvegicus) testicles exposed to cigarette smoke 2 hours per day for 30 days.Keywords; White Rat, Barringtonia racemosa, Tubules Seminiferous
Co-Authors . Nurliana . Zuchri Abdul Hamid Abdullah, Mohd Agus Nashri Agus Wahyuni Ahmad Syakir Ahmad Syakir Ainal Mardiah Alfajri Saputra Amalia Sutriana Amiruddin Amiruddin Anwar Anwar Arie Febretrisiana Astri Wulandari Bambang Pontjo Priosoeryanto Boni Anggara Cut Nila Thasmi Daffa Gustia Putra Akbar Dasrul Dasrul Dasrul Dasrul Dedy Syahrizal Dian Lestari, Nova Diana Fauzia Sari Dwinna Aliza Elisa Elisa Erdiansyah Rahmi Erwin Erwin Fadli A Gani Fadli A. Gani Gholib Gholib Ginta Riady Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hamny Sofyan Husnurrizal . Husnurrizal Husnurrizal Idawati Nasution Indah Kesuma Siregar Ita Djuwita Kadriah Kadriah Ketut Adnyane Mudite Lia Angelina Surbakti Lidya Elizabeth M. Manik M Nur Salim M. Aman Yaman M. Ikhsanuddin Mudhita Zikkrullah Ritonga MUHAMMAD AGIL Muhammad Fathan Rizky Athallah Muhammad Iqbal Muhammad Jalaluddin Muhammad Jalaluddin Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Muslim Akmal Muslim Akmal Muslim Akmal Mustafa Mustafa Mustafa Sabri Mustafa Sabri Mustafa Sabri Nazaruddin Nazaruddin Ngadimin Ngadimin Nurhidayat, Nurhidayat Nurjannah Nurjannah Patcharin Kangkha Qadarsina Qadarsina Rahma Melinda Ridho Akbar Yuandi Ridho Akbar Yuandi Rinidar Rinidar Roslizawaty Roslizawaty Rusli Rusli Rusli Rusli Savitri Novelina Srihadi Agungpriyono Sugito Sugito Syafruddin Syafruddin Taufan Hidayat Taufan Hidayat Tongku Nizwan Siregar Tongku Nizwan Siregar Tuty Laswardi Yusuf Tuty Laswardi Yusuf Tuty Laswardi Yusuf Tuty Laswardi Yusuf Ummu Balqis Wahono Esthi Prasetyaningtyas Wasmen Manalu Yunisrina Q. Yusuf Zainabun Zainabun Zainuddin Zainuddin Zulyazaini Zulyazaini