Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moralitas, dan kesejahteraan spiritual peserta didik. Namun, dalam praktiknya, perencanaan pembelajaran PAI sering kali lebih menekankan pada pencapaian kognitif dan belum sepenuhnya mengintegrasikan dimensi psikologis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep psikologi positif dalam perspektif pendidikan, mengkaji relevansinya dengan tujuan Pendidikan Agama Islam, serta mendeskripsikan model integrasi psikologi positif dalam perencanaan pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui analisis sistematis terhadap jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, dan literatur metodologi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi, yang meliputi reduksi data, kategorisasi tema, dan interpretasi reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip utama psikologi positif seperti kesejahteraan psikologis, resiliensi, optimisme, efikasi diri, dan makna hidup selaras dengan nilai-nilai Islam seperti syukur, sabar, tawakal, serta pembentukan akhlak mulia. Integrasi psikologi positif dapat diterapkan melalui perumusan tujuan pembelajaran yang berorientasi nilai, strategi pembelajaran reflektif dan berbasis pengalaman, serta penilaian berbasis afektif seperti refleksi diri dan portofolio karakter. Pendekatan ini berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis, motivasi intrinsik, regulasi emosi, serta pembentukan karakter religius peserta didik dalam konteks pendidikan kontemporer.
Copyrights © 2026