Abstrak: Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mengubah lanskap moral generasi muda secara signifikan. Platform digital membuka peluang besar bagi pembelajaran dan komunikasi, namun sekaligus menghadirkan tantangan moral serius seperti relativisme nilai, perundungan siber, kecanduan digital, dan melemahnya spiritualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran gereja dalam merespons tantangan moral generasi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah literatur teologis, pastoral, dan pendidikan yang relevan dengan budaya digital dan pembentukan moral Kristen. Hasil kajian menunjukkan bahwa gereja perlu mereposisi pelayanannya dengan mengintegrasikan refleksi teologis, literasi digital, dan pendekatan pastoral yang kontekstual. Gereja dipanggil bukan hanya sebagai penjaga moral, tetapi sebagai komunitas transformatif yang membimbing generasi muda untuk hidup secara etis, bertanggung jawab, dan beriman di ruang digital. Artikel ini menyimpulkan bahwa pelayanan gereja yang adaptif dan kontekstual merupakan kunci dalam menghadapi tantangan moral di era digital.
Copyrights © 2026