Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pengasuh dalam mengembangkan spiritualitas anak di Panti Asuhan Elim HKBP Pematangsiantar melalui pendekatan attachment (kelekatan). Latar belakang masalah menunjukkan bahwa anak panti asuhan sering mengalami trauma, kesepian, dan krisis kepercayaan kepada Tuhan akibat ketidakhadiran orang tua kandung. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur kepada pimpinan dan pengasuh, serta pendekatan halus kepada anak-anak, penelitian ini mendasarkan analisis pada teori attachment John Bowlby dan konsep spiritualitas anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh berperan sebagai pengganti orang tua yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga membangun kelekatan emosional yang aman (secure base) melalui pembagian tugas kekeluargaan, kegiatan ibadah rutin (pagi dan malam), serta pendampingan personal. Tantangan terbesar terjadi pada masa adaptasi anak baru yang sering menunjukkan perilaku menangis, menyendiri, dan keraguan spiritual. Pendekatan holistik dan konsisten berbasis kasih agape terbukti efektif menumbuhkan rasa aman, kepercayaan diri, dan nilai religius anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran pengasuh sebagai figur kelekatan sangat fundamental dalam pembentukan spiritualitas anak panti asuhan.
Copyrights © 2026