Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dalam menerjemahkan unsur humor yang sering kali terikat erat dengan budaya dan bahasa asal, sehingga berisiko kehilangan efek lucunya saat dialihkan ke bahasa sasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis humor, strategi penerjemahan, serta tingkat kesepadanan unsur humor dalam novel Arsène Lupin: Gentleman-Cambrioleur karya Maurice Leblanc versi terjemahan bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 48 data humor dengan jenis ironi sebagai yang paling dominan (25%). Strategi penerjemahan mapping & prioritizing merupakan teknik yang paling sering digunakan (60,42%) untuk menjaga esensi humor. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan kesepadanan dinamis sangat mendominasi (95,83%), yang mengindikasikan bahwa penerjemah lebih memprioritaskan ketersampaian efek fungsional dan respon emosional pembaca sasaran agar karakter cerdas dan jenaka Arsène Lupin tetap terjaga dalam bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026