Perilaku merokok di kalangan pekerja semakin meningkat. Dampak merokok menyebabkan infeksi pernapasan. Konsumsi rokok di kalangan pekerja di Indonesia mencapai 11,1% per hari. Perilaku merokok di kalangan pekerja memiliki dampak negatif yang mempengaruhi penurunan modal manusia, yang mengakibatkan penurunan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak merokok terhadap infeksi pernapasan di kalangan pekerja di Indonesia, khususnya pada kelompok usia kerja 15-49 tahun. Metode penelitian menggunakan data sekunder dari berbagai sumber, termasuk data Global Burden of Diseases (GBD) tahun 2024, dengan pendekatan Disability-Adjusted Life Years (DALYs) untuk mengukur beban penyakit dan risiko kematian dini akibat merokok. Analisis dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia, dengan fokus pada dampaknya terhadap kesehatan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi dengan tingkat infeksi saluran pernapasan tertinggi adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah, yang memiliki beban DALYs tertinggi akibat merokok. Sementara itu, provinsi dengan tingkat infeksi saluran pernapasan terendah adalah Kalimantan Utara. Merokok terbukti secara signifikan meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan di kalangan pekerja, menyoroti kebutuhan akan regulasi dan perlindungan yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kesehatan.
Copyrights © 2026