Fenomena quarter life crisis pada mahasiswa menjadi isu yang semakin meningkat di era digital akibat tekanan akademik, tuntutan sosial, ketidakpastian karier, dan budaya perbandingan sosial di media digital. Kondisi tersebut sering memunculkan kecemasan eksistensial, ketidakstabilan emosional, kebingungan arah hidup, dan krisis identitas diri pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kecemasan eksistensial yang dialami mahasiswa pada fase quarter life crisis serta mengkaji relevansi pendekatan konseling Islam dalam mengatasi permasalahan psikologis tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui desain systematic literature review. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan dengan tema quarter life crisis, kecemasan eksistensial, kesehatan mental, dan konseling Islam yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami quarter life crisis cenderung mengalami kecemasan berlebihan, overthinking, rasa takut gagal, rendahnya kepercayaan diri, kebingungan identitas, dan ketidakpastian masa depan. Media sosial juga ditemukan berkontribusi dalam memperkuat budaya perbandingan sosial dan tekanan psikologis mahasiswa. Selain itu, kecemasan eksistensial mahasiswa berkaitan dengan hilangnya makna hidup dan ketidakstabilan spiritual. Pendekatan konseling Islam melalui nilai tawakal, syukur, sabar, muhasabah, dan penguatan spiritual dinilai mampu membantu mahasiswa membangun penerimaan diri, resiliensi emosional, dan ketenangan batin. Kesimpulannya, konseling Islam memiliki relevansi penting sebagai pendekatan psikospiritual dalam membantu mahasiswa mengatasi kecemasan eksistensial pada fase quarter life crisis.
Copyrights © 2026