Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keberagaman karakteristik peserta didik dalam kelas dengan kemampuan yang beragam (kelas kemampuan campuran) di Singaraja Montessori School, khususnya pada kelas Octopus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru dalam mengajar siswa yang memiliki perbedaan kemampuan, latar belakang, dan gaya belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan dua orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan dua strategi utama, yaitu pembelajaran berdiferensiasi (differentiated instruction) dan tutor sebaya (peer tutoring) untuk mengakomodasi keberagaman siswa. Pembelajaran berdiferensiasi diterapkan melalui diferensiasi proses, produk, dan lingkungan belajar, meskipun implementasinya masih lebih fokus pada penyesuaian tingkat kesulitan tugas dibandingkan variasi metode menyampaikan pembelajaran. Sementara itu, tutor sebaya mendorong kolaborasi antarsiswa, meningkatkan pemahaman akademik, serta mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab. Meskipun masih terdapat keterbatasan dalam desain lingkungan belajar dan praktik diferensiasi yang lebih komprehensif, kedua strategi tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, menarik, dan berpusat pada siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang adaptif untuk mendukung keberhasilan belajar siswa di kelas dengan kemampuan yang beragam pada konteks pendidikan Montessori .
Copyrights © 2026