Konsumen tenaga listrik harus turut serta dalam upaya pengurangan emisi CO2 dan tidak hanya bergantung pada pembangkit listrik dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik mereka. Penggunaan PLTS atap off-grid dapat menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan listrik secara mandiri dan tentunya turut andil dalam pengurangan emisi gas CO2. PLTS atap off-grid sangat mungkin diaplikasikan di daerah yang memiliki potensi energi surya yang tinggi, termasuk Sidoarjo. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kelayakan ekonomi-teknik penggunaan PLTS atap off-grid di Sidoarjo untuk pelanggan R1-1300 VA, R2-3500 VA dan R3-7700 VA. Studi kelayakan ekonomi didasarkan pada perhitungan nilai NPV, IRR, BCR dan payback period, sedangkan studi kelayakan teknis dilakukan dengan perhitungan performa ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teknis, PLTS atap off-grid layak diaplikasikan pada semua tipe pelanggan, dengan performa ratio di atas 70%. Dari sisi ekonomis, PLTS atap off-grid layak diaplikasikan pada semua pelanggan R2-3500 VA dan R3-7700 VA, sedangkan untuk pelanggan R1-1300 VA hanya layak diaplikasikan pada pelanggan dengan tagihan minimal Rp 5.613.080,- per tahunnya.
Copyrights © 2026