Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan tantangan implementasi teknologi Virtual Reality (VR) sebagai inovasi media pembelajaran di SMA Provinsi DKI Jakarta. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji fenomena penerapan VR di SMAN 113, SMAN 71, dan SMA Santa Ursula melalui lensa teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup empat faktor utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan VR memberikan dampak positif signifikan terhadap motivasi, pemahaman spasial, dan daya tarik belajar siswa. Namun, secara struktural, implementasi masih bersifat insidental dan sporadis akibat inisiatif mandiri sekolah tanpa dukungan kebijakan formal dari pemerintah daerah. Hambatan utama yang ditemukan meliputi ketiadaan jalur komunikasi resmi, keterbatasan kompetensi digital guru (sumber daya manusia), belum adanya alokasi anggaran khusus dalam APBD, serta ketiadaan SOP dan mekanisme koordinasi birokrasi yang jelas. Penelitian ini merekomendasikan pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera memformalkan kebijakan digitalisasi berbasis VR, menyediakan pelatihan guru berkelanjutan, dan membangun struktur birokrasi yang mendukung integrasi teknologi dalam Kurikulum Merdeka guna mencegah kesenjangan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026