Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional menghadapi berbagai tantangan di era digital, terutama akibat meningkatnya pengaruh globalisasi dan intensitas penggunaan media sosial di kalangan Generasi Z. Fenomena tersebut mendorong berkembangnya penggunaan bahasa gaul, singkatan, serta campuran bahasa asing yang semakin dominan dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan berbahasa sesuai kaidah serta melemahkan pemaknaan Bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran Generasi Z terhadap pentingnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan identitas nasional melalui pendekatan kajian literatur. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, termasuk artikel, jurnal, dan publikasi akademik terkait penggunaan bahasa, identitas nasional, serta perilaku komunikasi Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun penggunaan bahasa gaul dan campuran bahasa asing semakin berkembang dalam ruang digital, Generasi Z pada umumnya masih memahami dan mengakui peran strategis Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi dalam pendidikan, pemerintahan, serta kehidupan sosial masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa diperlukan upaya sistematis dari institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kesadaran berbahasa agar eksistensi Bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai simbol persatuan dan identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Copyrights © 2026