Penelitian ini mengkaji dimensi makrokosmos (afaq) dan mikrokosmos (anfus) dalam penafsiran Surah Fussilat ayat 53 menurut dua karya tafsir monumental Indonesia, yaitu Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Ayat ini menegaskan bahwa Allah akan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di segenap penjuru alam (afaq) dan pada diri manusia itu sendiri (anfus), hingga jelaslah kebenaran Al-Qur'an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-komparatif dengan pendekatan tafsir maudhu'i (tematik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Al-Misbah cenderung mengintegrasikan perspektif saintifik-empiris dalam menafsirkan tanda-tanda kosmologis dan antropologis, sementara Tafsir Al-Azhar lebih menekankan dimensi spiritual dan kesadaran ketuhanan. Keduanya sepakat bahwa konsep makrokosmos dan mikrokosmos dalam ayat ini merupakan bukti nyata keesaan Allah yang dapat diobservasi, namun berbeda dalam pendekatan metodologisnya. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tafsir komparatif Indonesia dan pemahaman saintifik atas wahyu Al-Qur'an.
Copyrights © 2026