Integrasi ilmu dan agama merupakan agenda intelektual yang mendesak di era kontemporer, khususnya dalam konteks pengembangan keilmuan Islam yang berorientasi tauhid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif model pengembangan keilmuan berbasis tauhid sebagai kerangka integratif yang menghubungkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif dan analisis literatur sistematis terhadap 24 sumber akademik, studi ini mengembangkan framework integrasi ilmu berbasis tauhid yang mencakup lima dimensi: ontologis-tauhidi, epistemologis-integratif, metodologis-interdisipliner, aksiologis-kemaslahatan, dan institusional-kurikular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tauhid sebagai prinsip unifikasi menyediakan fondasi filosofis yang paling koheren untuk mengintegrasikan berbagai tradisi keilmuan, sebagaimana dikonseptualisasikan oleh al-Attas (1995) dan Bakar (1999). Temuan juga mengungkapkan bahwa implementasi integrasi berbasis tauhid di perguruan tinggi Islam Indonesia menghadapi tantangan struktural berupa dikotomi ilmu yang mengakar, resistensi epistemologis, fragmentasi kurikulum, dan minimnya model praktis yang teruji. Model pengembangan bertahap yang ditawarkan mencakup indikator terukur untuk setiap dimensi serta roadmap strategis yang mengakomodasi keberagaman konteks kelembagaan. Studi kasus terhadap tiga perguruan tinggi Islam di Indonesia mengilustrasikan bahwa keberhasilan integrasi sangat bergantung pada komitmen institusional terhadap paradigma tauhid, pengembangan kapasitas dosen integratif, dan desain kurikulum yang secara eksplisit menghubungkan disiplin ilmu dengan prinsip-prinsip keislaman
Copyrights © 2026