Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lippo Plaza Kupang sebagai ruang konsumsi perkotaan dalam membentuk perilaku sosial mahasiswa dan mencerminkan dinamika ketidaksetaraan sosial dalam masyarakat perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi informan yang terdiri dari mahasiswa, mahasiswi, pengunjung umum, dan pelaku usaha di Lippo Plaza Kupang. Informan dipilih menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lippo Plaza Kupang telah bertransformasi menjadi ruang konsumsi perkotaan yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat berbelanja tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, mencari hiburan, dan membangun hubungan sosial. Kehadiran berbagai fasilitas modern menjadikan mal ini bagian integral dari gaya hidup mahasiswa dan pelajar universitas. Selain mendorong perilaku konsumerisme, mal ini juga berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan identitas pribadi dan mendapatkan pengakuan sosial. Studi ini juga mengidentifikasi ketidaksetaraan sosial yang tercermin dalam kemampuan pengunjung yang berbeda-beda dalam mengakses fasilitas. Perbedaan modal ekonomi menyebabkan diferensiasi sosial dalam pola konsumsi dan penggunaan ruang mal. Dengan demikian, Lippo Plaza Kupang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan modern tetapi juga sebagai ruang konsumsi perkotaan yang membentuk perilaku sosial sekaligus merepresentasikan dinamika ketidaksetaraan sosial dalam masyarakat perkotaan. Kata kunci: ruang konsumsi perkotaan, perilaku sosial, budaya konsumen, ketidaksetaraan sosial, Lippo Plaza Kupang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lippo Plaza kupang sebagai ruang konsumsi perkotaan dalam membentuk perilaku sosial pelajar serta merefleksikan dinamika ketimpangan sosial di masyarakat perkotaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, pengunjung umum, serta pelaku usaha di Lippo Plaza kupang. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lippo Plaza kupang telah bertransformasi menjadi ruang konsumsi perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat berbelanja, tetapi juga sebagai tempat berkumpul, bersosialisasi, mencari hiburan, dan membangun hubungan sosial. Keberadaan berbagai fasilitas modern menjadikan mall tersebut sebagai bagian integral dari gaya hidup pelajar dan pelajar. Selain membentuk perilaku konsumtif, mall juga menjadi sarana mengekspresikan identitas diri dan memperoleh pengakuan sosial. Penelitian ini juga mengidentifikasi ketimpangan sosial yang tercermin melalui perbedaan kemampuan pengunjung dalam mengakses fasilitas. Perbedaan modal ekonomi menimbulkan diferensiasi sosial dalam pola konsumsi dan pemanfaatan ruang mall. Dengan demikian, Lippo Plaza kupang tidak hanya berfungsi sebagai pusat perbelanjaan modern, namun juga sebagai ruang konsumsi perkotaan yang membentuk perilaku sosial sekaligus merepresentasikan dinamika ketimpangan sosial dalam masyarakat perkotaan.
Copyrights © 2026