Perkembangan teknologi informasi mendorong penerapan rekam medis elektronik untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas. Namun, gangguan pada sistem utama, seperti server down, error aplikasi, atau kegagalan integrasi data, dapat menghambat proses pelayanan dan pencatatan rekam medis. SI-RAMES (Sistem Informasi E-Rekam Medis Sementara) dikembangkan sebagai sistem cadangan yang digunakan ketika sistem utama mengalami gangguan, sehingga proses pelayanan tetap berjalan secara efektif dan data pasien tetap dapat terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan pengguna terhadap SI-RAMES menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM), yang mencakup tiga variabel utama, yaitu Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Attitude Toward Using. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 25 tenaga kesehatan yang berasal dari lima Puskesmas di Kabupaten Banyumas. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan secara simultan terhadap Attitude Toward Using dengan kontribusi sebesar 56,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa SI-RAMES diterima dengan baik oleh pengguna serta mampu mendukung optimalisasi pelayanan kesehatan saat terjadi gangguan pada sistem utama.
Copyrights © 2026