Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai alternatif pengganti energi fosil. Salah satu sumber energi yang potensial di Indonesia adalah energi surya. energi surya merupakan sumber energi yang melimpah dan berpotensi besar untuk dikembangkan melalui PLTS guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil[1]. melalui penggunaan panel fotovoltaik. Namun, panel surya statis memiliki keterbatasan karena tidak mampu mengikuti perubahan posisi matahari sepanjang hari, sehingga penyerapan radiasi matahari kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji sistem solar tracker dual axis berbasis otomatis real-time untuk meningkatkan kinerja panel surya berkapasitas 5 Wp. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai pusat kendali, sensor Light Dependent Resistor (LDR) sebagai pendeteksi arah cahaya, serta motor servo sebagai penggerak panel pada dua sumbu, yaitu horizontal dan vertikal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuantitatif di laboratorium dengan membandingkan performa panel surya statis dan panel surya yang menggunakan sistem solar tracker dual axis. Parameter yang diamati meliputi tegangan, arus, dan daya keluaran, dengan pengukuran dilakukan setiap satu jam mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Hasil pengujian menunjukkan bahwa panel surya dengan sistem solar tracker dual axis menghasilkan daya lebih tinggi dibandingkan panel statis pada seluruh waktu pengamatan. Daya maksimum sistem tracker tercatat sebesar 4,08 Watt pada pukul 12.00 WIB, sedangkan panel statis sebesar 3,10 Watt. Persentase peningkatan daya rata-rata berada di atas 40%, dengan peningkatan tertinggi mencapai 156,51% pada pukul 17.00 WIB.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan solar tracker dual axis efektif dalam meningkatkan efisiensi dan daya keluaran panel surya skala kecil. Sistem ini berpotensi diterapkan sebagai solusi sederhana dan ekonomis dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, khususnya pada daerah dengan keterbatasan akses energi listrik
Copyrights © 2026