Pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan akan pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran di tingkat sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi guru terhadap kearifan lokal Bangka Belitung serta mengintegrasikan kearifan lokal kedalam pelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini dilakukan melalui workhsop yang diikuti oleh guru-guru dari tiga sekolah dasar di Desa Bangka Kota Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan. Kegiatan ini membahas pentingnya kearifan lokal dalam pendidikan dan bagaimana mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum sekolah. Dalam kesempatan itu juga diidentifikasi kearifan lokal khususnya di Bangka Kota yang hasilnya teridentifikasi berbagai kearifan lokal diantaranya Tradisi Cucuk atap (tradisi gotong royong membantu tetangga), Tari Bedincak, Wisata religi makam-makam ulama pejuang dan penyebar agama Islam diantaranya Syeikh jatisari, Makam Karang Panjang Syeikh Abdur Rosid, Tradisi masyarakat Bangka Kota yang terkenal sebagai pembuat kapal kayu andal sejak jaman dahulu, Sejarah nama Bangka Kota atau Kute, Perkebunan yakni karet dan lada, Tradisi Nganggung dan dari segi ekonomi bahwa desa ini terkenal dengan komoditas udang galahnya. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan 58 persen peserta mengaku sangat puas dan 60 persen peserta akan mengimplementasikan hasil pelatihan dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026