Pengelolaan sampah organik rumah tangga merupakan tantangan krusial di Desa Juwiring. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya volume limbah domestik, khususnya sisa dapur, belum tertangani secara optimal karena masyarakat belum memiliki sistem pemilahan dan pengolahan yang efektif sejak dari sumbernya. Program pengabdian ini bertujuan untuk mentransfer pengetahuan serta keterampilan taktis kepada masyarakat dalam mengolah sampah organik menjadi ecoenzyme, guna mewujudkan sanitasi lingkungan yang lebih bersih dan kemandirian pengelolaan sampah berbasis sumber daya lokal. Berbeda dengan edukasi pengelolaan sampah konvensional, kebaruan program ini terletak pada integrasi metode partisipatif yang dievaluasi secara terstruktur melalui pre-test dan post-test, serta pemanfaatan spesifik luaran ecoenzyme sebagai pupuk organik cair bagi kelompok tani dan pembersih alami bagi ibu rumah tangga. Kegiatan melibatkan peserta dari kelompok wanita tani, kelompok tani, karang taruna, dan ibu PKK. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif dan demonstrasi praktik pembuatan ecoenzyme dengan rasio formula ideal 1:3:10. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif peserta secara signifikan, di mana nilai rata-rata meningkat dari 95,12 (pretest) menjadi 99,56 (post-test). Kegiatan ini berhasil menumbuhkan keterampilan dan kesadaran masyarakat. Guna menjamin keberlanjutan hasil pengabdian, diinisiasi pembentukan kelompok produksi ecoenzyme di tingkat RT secara konsisten serta didorongnya dukungan regulasi resmi dari pemerintah desa terkait pengelolaan lingkungan.
Copyrights © 2026