Banyak masalah yang sering dihadapi oleh santri asrama karena santri tidak hanya belajar di sekolah tetapi 24 jam kehidupannya berada di pondok pesantren, sehingga permasalahan yang muncul tidak hanya mengenai aspek belajar saja. Santri yang memiliki masalah pasti dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, sementara tidak semua musyrif memiliki kemampuan untuk membimbing santrinya secara benar sesuai dengan kaidah-kaidah konseling. Padahal, musyrif berperan penting sebagai pengganti orang tua yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah santri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permasalahan yang sering dialami santri, faktor yang menyebabkannya, serta bagaimana pendekatan musyrif dalam mengatasi permasalahan tersebut ditinjau dari perspektif konseling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan santri meliputi masalah kesehatan, ketertiban, dan kedisiplinan yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Secara umum, pendekatan musyrif telah memenuhi prinsip-prinsip konseling (seperti menjaga rahasia, kesukarelaan, dan keterbukaan) serta mengimplementasikan keterampilan dasar konselor (attending, mendengarkan, empati, dan memberikan solusi), meskipun aspek penumbuhan kemandirian santri masih perlu dioptimalkan.
Copyrights © 2025