Penelitian ini mengkaji bagaimana Flexible Working Arrangement dan Work Life Balance berkontribusi memitigasi stres kerja, serta implikasinya terhadap kinerja mahasiswa yang bekerja sebagai pengemudi ShopeeFood. Desain kuantitatif diterapkan dengan mendistribusikan kuesioner kepada 100 pengemudi mahasiswa di Kota Semarang dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan diolah melalui Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS. Hasilnya mengindikasikan bahwa baik Flexible Working Arrangement maupun Work Life Balance secara signifikan memitigasi stres kerja. Selain itu, stres kerja memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja. Namun, analisis mediasi menunjukkan bahwa stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh Flexible Working Arrangement terhadap kinerja, sedangkan pada hubungan Work Life Balance terhadap kinerja, stres kerja berperan sebagai variabel mediasi.
Copyrights © 2026