Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara praktik pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang berjalan secara intuitif di sekolah dasar dengan kerangka konseptual yang belum dipahami guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran PKn di kelas 4 SDN Cangkol 2 serta menganalisisnya melalui perspektif Living Values Education (LVE) dan Asta Cita. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Sumber dta perimer yang digunakan guru kelas 4 dan siswa sedangkan sumber sekunder menggunakan beberapa jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan praktik pembelajaran berbasis nilai seperti pembiasaan doa, ikrar, Problem Based Learning, apresiasi, dan budaya 5S, yang secara substansial mencerminkan prinsip eksplorasi, ekspresi, dan penerapan nilai dalam kerangka LVE, meskipun guru belum mengenal konsep tersebut secara formal. Selain itu, berbagai praktik pembentukan karakter yang ditemukan sejalan dengan agenda penguatan sumber daya manusia berkarakter dalam visi Asta Cita. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pemahaman guru terhadap kerangka LVE dan Asta Cita agar praktik pendidikan karakter dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan reflektif.
Copyrights © 2026